Penjualan Mobil di Maret Anjlok 15%, tapi LCGC Naik nih!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 April 2020 17:19
ekspor mobil

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Covid-19) menyebabkan penjualan kendaraan roda empat turun cukup tajam pada periode Maret 2020 semenjak diberlakukannya kebijakan bekerja dari rumah dan pembatasan sosial.

Walhasil, penjualan kendaraan domestik pada periode Maret 2020 terkoreksi 15% menjadi 76.800 unit kendaraan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 90.368 unit kendaraan, mengacu data Gaikindo.

Secara rinci, penjualan di bawah Grup PT Astra International Tbk (ASII) tercatat sebanyak 45.931 unit kendaraan dari periode Maret 2019 sebanyak 50.353 unit. Sedangkan dari Grup non Astra, penjualan kendaraan mencapai 30.869 unit, turun dari periode yang sama tahun lalu 40.015 unit kendaraan.

Dihantam Covid-19, Penjualan Mobil di Maret Anjlok 15%Foto: Penjualan Mobil Maret 2020, Gaikindo


Adapun selama 3 bulan, penjualan mobil domestik tercatat 236.825 unit atau turun 7% dari 3 bulan di tahun 2019 yakni 254.332 unit.

Sementara itu, di pasar kendaraan low cost green car (LCGC), justru mengalami kenaikan 1,7% menjadi 18.507 unit penjualan di Maret 2020 dari Maret 2019 sebanyak 18.192 unit kendaraan terjual.

Namun, jika dilihat dari sisi pangsa pasar, meski dihantam badai Covid-19, Astra mencatatkan kenaikan pangsa pasar menjadi 60% dari Maret tahun lalu yang bertengger di posisi 56%.


Sebelumnya, Head of Investor Relations PT Astra International Tbk (ASII) Tira Ardianti memperkirakan pada tahun ini penjualan kendaraan di bawah Grup Astra bisa turun 30% hingga 40% akibat pandemi virus corona.

Adanya kebijakan pemerintah yang mengharuskan setiap orang membatasi pertemuan secara fisik dan kebijakan bekerja dari rumah menjadikan pembelian kendaraan baru turun drastis.

"Penjualan kendaraan terkena dampak pandemi Covid-19. Kami perkirakan penjualan bisa turun antara 30-40% tahun ini, dengan asumsi mulai tengah tahun ini penyebarannya menurun dan bisa ditekan, sehingga kondisi mulai pelan pelan membaik," kata Tira, kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2020).


Oleh sebab itu, Astra masih belum menyampaikan target proyeksi penjualan kendaraan mengingat situasi pandemi corona di Tanah Air masih terus berkembang. Terlebih lagi, memasuki musim Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada periode April dan Mei 2020, biasanya tren penjualan secara tahunan kendaraan bermotor akan turun.

"Sulit memprediksi penjualan ke depan, karena kita belum tahu seberapa dalam dampaknya. Kita baru lihat setelah penerapan social distancing pertengahan Maret lalu," kata Tira menjelaskan.

Sepanjang 2019, secara konsolidasi, Astra membukukan laba bersih Rp 21,71 triliun, naik 0,18% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 21,67 triliun. Sedangkan, pendapatan ASII mengalami penurunan 1% menjadi Rp 237,17 triliun dari sebelumnya Rp 239,21 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan penurunan pendapatan dari divisi otomotif dan agribisnis.



[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading