Dow Futures Melemah Jelang Rilis Klaim Pengangguran

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
09 April 2020 19:05
Kontrak Berjangka (futures) indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (9/4/2020) bergerak melemah

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak Berjangka (futures) indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (9/4/2020) bergerak melemah, menyusul rilis data klaim pengangguran Negara Adidaya tersebut.

Kontrak futures Dow Jones Industrial Average turun 98 poin, mengindikasikan koreksi indeks utama bursa AS tersebut sebesar 175 poin pada sesi pembukaan nanti. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 juga bergerak melemah.

Ekonom mengekspektasikan 5 juta klaim tunjangan penganggur baru, memperparah catatan sebelumnya sebanyak 6,6 juta dan 3,3 juta klaim. Angka pengangguran pun diprediksi naik ke level belasan persen, dari posisi Maret yang hanya 4,4% dan Februari sebanyak 3,5%.

Pada perdagangan Rabu, Indeks Dow Jones dan S&P 500 sama-sama melompat lebih dari 3%. Indeks Nasdaq naik 2,6%. Kenaikan itu terjadi setelah Senator Bernie Sanders yang memiliki visi sosialis mengumumkan berhenti dari bursa pencalonan presiden dari Partai Demokrat.

"Saya pikir orang-orang secara natural bersikap optimistis saat ini di pasar. Saya hanya tak menganggap mereka benar-benar memfaktorkan apa yang bakal terjadi di sisi lainnya," tutur investor milyarder Mark Cuban dalam CNBC International.

Pimpinan Federal Reserve Jerome Powell dijadwalkan berpidato pada hari ini, menyusul rilis risalah rapat The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) bulan lalu yang menunjukkan bahwa pejabat The Fed bersiap menjaga suku bunga acuan di kisaran nol person hingga efek wabah COVID-19 hilang dari perekonomian. 

"Pasar saham saat ini berada di level yang sangat tak pasti. Dampak virus corona terhadap laba bersih perusahaan belum ditentukan. Kita belum keluar dari semak-belukar," tutur Nancy Davis, Chief Investment Officer Quadratic Capital.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading