Corona Rada Adem, Giliran Minyak Bikin Rupiah Melemah

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
08 April 2020 09:02
Tarik-ulur antara sentimen positif dan negatif membuat pelaku pasar wait and see.
Namun, langkah investor terhalang karena penantian terhadap pertemuan OPEC yang berlangsung di Arab Saudi esok hari. Rencananya, pertemuan ini akan membahas seputar pemangkasan produksi sebesar 10 juta barel/hari atau sekitar 10% dari pasokan minyak di pasar dunia.

"Pasar ingin kejelasan apakah Arab Saudi dan Rusia benar-benar sudah sepakat soal pemotongan produksi," tegas Gene McGillian, Vice President of Market Research di Tradition Energy, seperti dikutip dari Reuters.


Wajar pasar harap-harap cemas dan masih ragu apakah kesepakatan bisa tercapai. Pasalnya, sudah ada catatan OPEC dan Rusia gagal mencapai kata sepakat soal penurunan produksi.


Bulan lalu, hubungan Arab Saudi-Rusia menegang. Gara-garanya, Rusia menolak proposal OPEC soal rencana pemotongan produksi minyak 1,5 juta barel/hari. Keputusan Rusia membuat OPEC (baca: Arab Saudi) ngambek.

Tidak hanya menggenjot produksi, Arab Saudi juga menaikkan produksi minyak plus memberi harga diskon. Sepertinya Riyadh sedang menantang para rivalnya, siapa yang paling kuat bertahan dengan harga minyak rendah. Terjadilah apa yang disebut perang harga minyak.

Kehadiran AS sebagai juru damai mampu membuat hubungan Arab Saudi-Rusia membaik dan bersedia untuk berdialog di forum OPEC esok hari. Namun soal apakah rencana pemotongan produksi 10 juta barel/hari bakal gol, tidak ada yang tahu. Ini yang membuat pelaku pasar agak grogi sehingga berpikir ulang untuk bermain di aset-aset berisiko.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading