Efek Corona, Saham 4 Emiten RS Jadi Primadona! Cuan Terus

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
31 March 2020 13:35
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi I.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan sesi I Selasa (31/3/2020), setelah mendapat sentimen positif dari penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street, serta kejutan data manufaktur dari China.

Di awal perdagangan, IHSG sempat melesat 3,51% ke 4.569,473, tetapi akhirnya terpangkas dan mengakhiri perdagangan sesi I di 4.489.7 atau menguat 1,7%. Berdasarkan data RTI, nilai transaksi di perdagangan sesi I sebesar Rp 3,3 triliun dengan investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 352,39 miliar di pasar reguler dan non-reguler.

Di tengah penguatan IHSG, saham-saham emiten pengelola rumah sakit di Indonesia pun mulai jadi incaran investor setelah harga sahamnya naik dalam sepekan dan sebulan terakhir di tengah pandemi virus corona (COVID-19).


Bahkan, top gainer di BEI hari ini juga diisi saham pengelola rumah sakit dan emiten farmasi. Berikut daftarnya.

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
Saham emiten pengelola RS Mitra Keluarga ini melesat 15,57% di penutupan sesi I yakni Rp 2.190/saham. Sepekan terakhir, saham MIKA melesat 18%, meski bulan terakhir masih minus 7%.

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
Saham emiten pengelola RS Siloam (Siloam Hospitals) ini menguat 11,56% di level Rp 5.500/saham di sesi I. Sepekan, saham SILO naik 22% kendati sebulan terakhir terkoreksi 14,40%.

PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE)
Saham emiten pengelola RS Metro Healthcare Indonesia ini melesat 8,84% di level Rp 320/saham. Dalam sepekan terakhir, sahamnya meroket 85%. Emiten ini baru tercatat di BEI pada Jumat (13/3/2020) dengan harga perdana Rp 103/saham. Perusahaan ini memperoleh dana segar senilai Rp 1,1 triliun dengan melepas 10 miliar saham dalam aksi korporasi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
Saham pengelola RS Hermina ini menguat 6% di penutupan sesi I di level Rp 2.120/saham. Sepekan terakhir, saham HEAL menguat 11,58%, meski sebulan terakhir sahamnya masih ambles 30%.



Sebetulnya ada juga RS OMNI Hospitals di bawah payung PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME). Tapi saham SAME minus 3,57% di level Rp 135/saham saat penutupan sesi I. Dalam sepekan, saham SAME minus 3,57% dan sebulan terkoreksi 10%.

Emiten pengelola RS lainnya yakni PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang mengelola RS Mayapada (Mayapada Hospital) pun stagnan di level Rp 210/saham di sesi I. Dalam sepekan saham SRAJ naik 7,14% dan sebulan sahamnya naik 5%.

Adapun saham pengelola RS Royal Prima Medan, PT Royal Prima Tbk (PRIM) justru minus 6,67% di level Rp 308/saham. Dalam sepekan, sahamnya naik 5,48% dan sebulan minus 0,65%.

Riset Nielsen sebelumnya menganalisis soal keterkaitan produk kesehatan dengan wabah corona. Akibat wabah, permintaan terhadap barang-barang kesehatan dan kebutuhan pokok diprediksi melonjak tinggi. Dalam risetnya, Nielsen mengidentifikasi ada beberapa tahapan perilaku konsumen dalam merespons merebaknya wabah yang diyakini berasal dari Wuhan ini.

Saat mulai ada laporan infeksi COVID-19 di suatu daerah, maka konsumen merespons dengan adanya peningkatan kesadaran akan kebutuhan berbagai produk kesehatan.

Mengacu data pemerintah per Senin (30/3/2020) pukul 12.00 WIB, ada tambahan 129 pasien sehingga total kasus menjadi 1.414 positif corona. Jumlah kasus pasien yang meninggal mencapai 122 orang atau bertambah 8 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara itu yang mengalami kesembuhan mencapai 75 orang atau bertambah 11 orang.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading