MARKET DATA

Derita Rupiah: Dulu Juara Dunia, Sekarang Bukan Siapa-siapa

Hidayat Setiaji,  CNBC Indonesia
31 March 2020 11:29
Derita Rupiah: Dulu Juara Dunia, Sekarang Bukan Siapa-siapa
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Faktor dalam dan luar negeri membebani langkah rupiah. Dari dalam negeri, rupiah adalah salah satu mata uang terbaik Asia tahun lalu dengan penguatan mencapai sekitar 6%. Rupiah hanya kalah dari baht Thailand.

Akibatnya, rupiah jadi rentan terkena koreksi. Aksi ambil untung mendera rupiah kala sentimen pasar memburuk, karena investor sudah mendapatkan cuan yang lumayan besar. Rupiah begitu menggoda untuk dijual.

Fundamental penyokong rupiah meski membaik tetapi masih relatif rapuh. Sudah delapan tahun transaksi berjalan (current account) Indonesia membukukan defisit.




Transaksi berjalan menggambarkan pasokan devisa dari aktivitas ekspor-impor barang dan jasa. Devisa dari sumber ini lebih bertahan lama ketimbang yang datang dari portofolio di sektor keuangan alias hot money.

Dengan transaksi berjalan yang defisit, artinya nasib rupiah sangat tergantung dari arus hot money yang fluktuatif itu. Kadang dia masuk (malah berlebih), kadang dia pergi kalau situasi memburuk.


(aji/aji) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features