Saham Bank Terkapar, Bursa Eropa Dibuka Memerah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
30 March 2020 15:20
Mengawali pekan, bursa saham Eropa dibuka ke zona merah pada Senin (30/3/2020) atau melanjutkan koreksi akhir pekan lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Mengawali pekan, bursa saham Eropa dibuka ke zona merah pada Senin (30/3/2020) atau melanjutkan koreksi akhir pekan lalu. Saham sektor perbankan terpelanting akibat kebijakan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB).

Dalam kebijakan terbarunya, ECB memberikan keringanan bagi bank-bank di kawasan euro untuk menunda pembayaran dividennya hingga Oktober, sebagai bagian dari upaya pengendalian dampak wabah covid-19 terhadap sektor keuangan.

Indeks Stoxx 600, yang berisikan 600 saham unggulan di Benua Biru, melemah 6,41 poin (-2,06%) di pembukaan. Saham bank yang terkoreksi misalnya ABN Amro yang longsor hingga 8% merespons kebijakan atau arahan baru ECB tersebut.

Selang 10 menit kemudian, koreksi Stoxx 600 berlanjut menjadi 7,52 poin (-2,42%) ke level 303,38. Di sisi lain indeks FTSE Inggris drop 158 poin (-2,87%) ke 5.352,33, indeks DAX Jerman melemah -173,92 poin (-1,81%) ke 9.458,6 dan CAC Prancis turun 133,3 poin (-3,06%) ke 4.218,19.

Sejauh ini, Eropa merupakan wilayah yang paling terpukul akibat virus corona baru, di luar China. Setidaknya sudah ada tujuh negara di kawasan tersebut yang melakukan karantina wilayah (lockdown) meski hanya parsial.

Menurut data Wordometer, total kematian akibat virus corona baru di Italia dan Spanyol bahkan telah melampaui China, masing-masing sebanyak 10.779 orang dan 6.803 orang. Jumlah kematian di China tercatat sebanyak 3.304 orang.

Pertemuan antar pemimpin negara Uni Eropa pada Kamis pekan lalu gagal mencapai kesepakatan terkait dengan paket ekonomi bersama guna mengatasi virus corona di Benua Biru. Mereka sepakat untuk bertemu lagi dalam dua pekan ini, sementara angka korban corona terus meninggi terutama di Italia, Prancis dan Spanyol.

Pada perkembangan lain, ECB telah menghilangkan batas atas pembelian obligasi negara zona euro, sehingga memungkinkan mereka untuk mencetak uang lebih banyak guna memasok likuiditas di pasar. Namun pasar masih melihat risiko di balik tingginya tingkat fatalitas kematian dan banyaknya wilayah Eropa yang menjalankan pembatasan operasi bisnis.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading