Karena Corona, Ekonomi RI Diprediksi -2%

Market - Redaksi, CNBC Indonesia
29 March 2020 11:40
Wabah corona (COVID-19) membuat prospek pertumbuhan ekonomi RI suram
Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah corona (COVID-19) membuat prospek pertumbuhan ekonomi RI suram. Bahkan lembaga CORE (Center of Reform on Economics) meramal pertumbuhan ekonomi tahun ini bakal lebih rendah dibandingkan tahun 2019 lalu.

"CORE memprediksikan ekonomi Indonesia secara kumulatif tumbuh di kisaran -2% hingga 2%," tulis lembaga itu dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Minggu (29/3/2020).




"Jika pemerintah melakukan langkah-langkah yang lebih ketat untuk menekan penularan wabah ini, sebagaimana dilakukan Pemerintah Tiongkok (China), maka puncak tekanan ekonomi diperkirakan akan terjadi di kuartal kedua 2020," jelas lembaga ini.

"Setelahnya, kuartal ketiga dan keempat akan masuk masa pemulihan."

Lembaga itu juga menekankan kondisi lebih buruk bisa saja terjadi. Terutama jika penyebaran COVID-19 di Indonesia berlangsung lebih dari dua kuartal dan negara-negara yang menjadi mitra utama ekspor mengalami hal serupa.



"Dalam kondisi tersebut, tekanan permintaan domestik dan global akan lebih lama, sehingga sangat kecil peluang ekonomi akan tumbuh positif," tulis lembaga itu lagi.

Selain melemahkan pertumbuhan ekonomi, pandemi juga berpotensi mendorong peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat jumlah penduduk di sekitar garis kemiskinan yang masih sangat tinggi, meskipun persentase penduduk di bawah garis kemiskinan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Per Maret 2019, penduduk golongan rentan miskin dan hampir miskin di Indonesia mencapai 66,7 juta orang, atau hampir tiga kali lipat jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan (golongan miskin dan sangat miskin). Sebagian besar dari golongan ini bekerja di sektor informal, termasuk yang mengandalkan upah harian.

"Apabila penanganan pandemi berlangsung lama, periode pembatasan dan penurunan mobilitas orang akan semakin panjang. Akibatnya, golongan rentan miskin dan hampir miskin yang bekerja di sektor informal dan mengandalkan upah harian akan sangat mudah kehilangan mata pencaharian dan jatuh ke bawah garis kemiskinan," tulis lembaga itu lagi.

[Gambas:Video CNBC]







(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading