Banjir Stimulus, Bursa Saham Asia Anteng di Zona Hijau

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
27 March 2020 09:51
Banjir Stimulus, Bursa Saham Asia Anteng di Zona Hijau

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia pada perdagangan Jumat pagi (27/3/2020) sebagian besar kembali diperdagangkan di zona hijau karena langkah-langkah stimulus tambahan digelontorkan sejumlah negara untuk memerangi pandemi virus corona (COVID-19). Stimulus ini berhasil mengangkat sentimen positif bagi investor.

Pasar saham di Asia bergerak lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi setelah Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak semalam (tadi pagi) ke lonjakan terbesarnya dalam 3 hari terakhir sejak 1931.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,07% di perdagangan pagi sementara indeks Topix naik 1,7%. Kospi Korea Selatan naik 1,51% sementara indeks Kosdaq naik 2,46%.


Bursa saham China Daratan naik lebih tinggi pada awal perdagangan, dengan indeks Shanghai naik sekitar 0,6% sementara komposit indeks Shenzhen naik 0,665%.


Sementara pasar saham Australia memperpanjang kenaikan ke hari keempat pada awal perdagangan Jumat ini setelah kenaikan bursa Wall Street. Bursa saham AS naik setelah Senat AS akhirnya memilih untuk menyetujui paket stimulus mencapai US$ 2 triliun sebagai tanggapan terhadap pandemi virus corona.

Indeks acuan S&P/ASX 200 pada awal perdagangan sempat naik 66,90 poin atau 1,31% menjadi 5.180,20, setelah naik ke level tertinggi 5,236.70 sebelumnya. Namun selang berjalan pukul 09:30 WIB, indeks S&P/ASX 200 turun 2,49% pada 4.987,10.

Di antara pemicu kenaikan awal saham-saham di Australia dari emiten sektor pertambangan, saham Rio Tinto naik lebih dari 1% dan Fortescue Metals naik 0,2%, sementara saham BHP merosot 0,1%.

Sementara di sektor energi saham Oil Search naik lebih dari 9%, saham Woodside Petroleum naik lebih dari 1% dan Santos naik 0,5%.

Di Wall Street, saham ditutup naik tajam pada Kamis tadi malam atau pagi waktu Indonesia. Kenaikan ini terjadi kendati Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan soal klaim tunjangan pengangguran yang melonjak untuk pertama kali menjadi 3,28 juta pada pekan lalu dari 282.000 klaim pada minggu sebelumnya. Kenaikan ini karena ekonomi AS terdampak virus corona.

Sentimen negatif ini tampaknya telah diimbangi oleh berita bahwa Senat memilih menyetujui paket stimulus US$ 2 triliun dalam menanggapi pandemi virus corona.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

 

[Gambas:Video CNBC]




(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading