Bursa Saham Asia Memerah, IHSG Menghijau Sendirian, Top!

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
26 March 2020 16:51
Bursa Saham Asia Memerah, IHSG Menghijau Sendirian, Top!

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia pada Kamis ini (24/3/2020) diperdagangkan bervariasi dan sebagian besar ditutup terkoreksi karena kekhawatiran tentang penyebaran wabah virus corona yang berkelanjutan.

Kekhawatiran ini mendukung investor untuk melikuidasi posisi atau merealisasikan keuntungan (profit taking) setelah bursa Asia beberapa hari terakhir sempat melonjak.

Data perdagangan mencatat, Indeks Shanghai Composite China turun 0,6% menjadi 2.764,91, indeks Hang Seng ditutup melemah 0,74% pada 23.352,34, sementara indeks Kospi di Korsel ambles 1,09% ke 1.686,24, sedangkan FTSE Straits Times Singapore (STI) ambruk 0,97% pada 2.481,15.

 

 

Sementara itu, saham-saham di Jepang turun tajam setelah Gubernur Tokyo Yuriko Koike memperingatkan kemungkinan ekspansi virus corona di ibu kota dan mendesak warga untuk tetap di rumah akhir pekan ini.


Tokyo melaporkan terjadi rekor 41 infeksi baru pasien corona pada Rabu sehingga total menjadi 212 positif di Tokyo, sementara total kasus di Jepang mencapai 1.300 positif corona.


Indeks Nikkei turun 882,03 poin, atau 4,51%, menjadi 18.664,60 setelah kenaikan besar selama tiga hari. Indeks Topix dengan konstituen yang lebih luas turun 1,78% menjadi 1.399,32.

Pemicu penurunan ini di antaranya adalah saham SoftBank yang anjlok 9,4% setelah penurunan peringkat oleh Moody's Investors Service, sedangkan saham Fast Retailing jatuh 13,2%.

Emiten pemasok Apple, Murata Manufacturing kehilangan 5% dan saham Taiyo Yuden merosot 3,8% setelah Nikkei Asian Review melaporkan bahwa perusahaan teknologi Apple sedang mempertimbangkan menunda peluncuran iPhone 5G-nya terkait dengan permintaan konsumen di tengah krisis COVID-19.

 

 

Pasar Australia naik untuk hari ketiga setelah paket stimulus US$ 2 triliun AS disetujui Senat. Investor di sana juga mengabaikan pengumuman oleh perusahaan lokal tentang potensi hilangnya pekerjaan sebagai dampak COVID-19 dan pendapatan perusahaan-perusahaan di Australia yang berpotensi melemah.

Indeks acuan atau benchmark yakni S&P/ASX 200 naik 2,3% menjadi 5.113,30.

Penggerak bursa saham Australia terdorong oleh saham-saham berikut ini yakni saham Bank ANZ, NAB dan Westpac naik 1-2%, sedangkan saham Commonwealth Bank turun 1%. Saham perusahaan tambang Rio Tinto melonjak 5% dan saham Fortescue Metals Group menguat 3%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung 10,19% pada 4.338,9, berkinerja terbaik di antara bursa saham Asia lainnya yang justru masuk ke zona merah.

Nilai transaksi di BEI mencapai Rp 12,75 triliun dengan catatan beli bersih asing Rp 646 miliar di pasar reguler.

TIM RISET CNBC INDONESIA


 

[Gambas:Video CNBC]




(har/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading