IHSG Menguat Sendirian di Asia, BEI Beberkan Alasannya

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 March 2020 10:18
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat pada perdagangan sesi I.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat pada perdagangan sesi I Kamis ini (26/3/2020) usai libur Hari Raya Nyepi Rabu kemarin.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG hari ini dibuka di zona hijau, menguat 1,47% ke level 3.995,52. Pada pukul 10.09 WIB, IHSG melesat 6,17% di level 4.181.

Di tengah penguatan indeks acuan BEI ini, beberapa bursa saham Asia justru bergerak di zona merah antara lain, indeks Shanghai Composite minus 0,74, Topix melemah 2,24%, Straits Time jatuh 2,71%, KLCI turun 0,75% dan TW Weighted Index melorot 0,46% pada perdagangan pagi.



Pada pukul 10.16 itu, Nikkei melorot 3,80%, Hang Seng minus 0,55%, Shanghai melemah 0,08%.

Laksono Widito Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, membeberkan kenapa IHSG bisa menguat sendirian di Asia pada perdagangan pagi ini.

"Selama kita tutup kemarin [Rabu], bursa-bursa utama dunia mencatatkan kenaikan tajam terutama di AS karena solusi pemberian insentif ekonominya sudah disetujui. Jadi kali ini IHSG juga mengikuti pola pergerakan index dunia yang ada sekarang," katanya di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Tadi pagi, saham-saham di Bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, kembali mencatatkan kenaikan. Itu terjadi setelah Gedung Putih dan para pemimpin kongres mengatakan mereka telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) stimulus besar-besaran untuk menghalau perlambatan ekonomi yang disebabkan pandemi virus corona (COVID-19).

Indeks Dow Jones naik lebih dari 2% atau 495,64 poin menjadi 21.200,55 pada hari Rabu. S&P 500 naik 1,1% dan ditutup menjadi 2.475,56. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,5% ke 7.384,30. Hal ini dikarenakan saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet (induk Google) semua ditutup lebih rendah.

Kenaikan pada saham-saham AS terjadi setelah para pemimpin Gedung Putih dan Senat menyetujui RUU stimulus besar-besaran senilai US$ 2 triliun pada tengah malam.

"Akhirnya kita memiliki kesepakatan," kata Pemimpin Mayoritas Senat Republik, Mitch McConnell sekitar pukul 1:37 pagi waktu setempat, dikutip CNBC International. "Sebenarnya, ini adalah tingkat investasi waktu perang ke negara kita."

Kenaikan itu juga didorong oleh kabar yang disampaikan mantan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, yang memprediksi bahwa ekonomi AS akan mengalami rebound cepat setelah resesi yang "sangat tajam" terjadi.

"Jika tidak terlalu banyak kerugian yang terjadi pada tenaga kerja, pada bisnis selama periode penutupan/shutdown, betapapun lama itu, maka kita bisa melihat rebound yang cukup cepat," kata Bernanke kepada Squawk Box CNBC International. Bernanke juga mengatakan bahwa situasi saat ini "jauh lebih mirip seperti badai salju besar" ketimbang Depresi Hebat/Great Depression.

[Gambas:Video CNBC]



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading