IHSG Ngamuk! Sejumlah Saham Ini Bawa IHSG Meroket

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 March 2020 09:17
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat pada perdagangan sesi I Kamis.
Jakarta, CNBC Indonesia - Ngamuk! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat pada perdagangan sesi I Kamis ini (26/3/2020) usai libur Hari Raya Nyepi Rabu kemarin.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG hari ini dibuka di zona hijau, menguat 1,47% ke level 3.995,52. Pada pukul 09.08 WIB, IHSG melesat 4,85% di level 4.125 setelah sebelumnya sempat meroket 5%.

Di tengah penguatan indeks acuan BEI ini, beberapa bursa saham Asia justru bergerak di zona merah antara lain, indeks Shanghai Composite minus 0,74, Topix melemah 2,24%, Straits Time jatuh 2,71%, KLCI turun 0,75% dan TW Weighted Index melorot 0,46%.



Sementara itu bursa saham Asia yang justru mengalami penguatan yakni indeks Hang Seng naik 0,33% dan KOSPI yang menguat 0,29%. Namun pada pukul 09.09 WIB, Hang Seng justru melorot 1,22% di level 23.220.

Mengacu data BEI, investor asing mulai masuk ke saham-saham unggulan. Asing pagi ini masuk Rp 137,08 miliar pada pukul 09.10 WIB. Meski demikian, dalam sepekan terakhir asing masih net sell Rp 2,12 triliun di pasar reguler, sementara sebulan terakhir asing keluar Rp 7,5 triliun.

Secara year to date IHSG masih minus 34% dengan catatan net sell asing Rp 13,52 triliun di pasar reguler.

Saham-saham yang mendorong penguatan IHSG di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 16%, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik 16,8%, PT Indofarma Tbk (INAF) melesat 16%, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 12%, dan PT Adaro Energy Tbkl (ADRO) melesat 10%.

Selain itu ada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melesat 7,38%, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik 6,8%, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 5%.

Pada penutupan perdagangan Rabu (25/3/2020) waktu Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencatatkan penguatan hingga 2,39%. Sementara S&P 500 terangkat hingga 1,5% pagi tadi.

Stimulus fiskal yang disiapkan pemerintah AS maupun kelonggaran moneter oleh The Fed untuk meredam dampak dari wabah COVID-19 terhadap perekonomian, cukup membuat kekhawatiran di pasar memang agak mereda.

Pemerintah AS saat ini dikabarkan semakin dekat dengan kata sepakat tengah memperjuangkan proposal paket stimulus sebesar US$ 2 triliun, dan kini kongres sudah semakin dekat untuk mengesahkannya.

Senin kemarin The Fed mengumumkan akan melakukan program pembelian aset atau quantitative easing (QE) dengan nilai tak terbatas guna membantu perekonomian AS menghadapi tekanan dari pandemi virus corona (COVID-19).



The Fed mengatakan akan melakukan QE seberapapun yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar serta transmisi kebijakan moneter yang efektif di segala kondisi finansial dan ekonomi.



[Gambas:Video CNBC]




(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading