Mari Simak Kabar dari Emiten Sebelum Transaksi Saham Hari Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
24 March 2020 08:26
Penurunan IHSG seiring dengan anjloknya saham Wall Street setelah RUU dari stimulus pemerintahan Trump masih belum mendapat persetujuan Senat.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,89% ke level 3.989,52 pada perdagangan di awal pekan ini, Senin (23/3/2020).

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi pada perdagangan Senin kemarin sebesar Rp 5,6 triliun, dengan investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) Rp 36,65 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Penurunan IHSG seiring dengan anjloknya saham Wall Street yang turun pada penutupan perdagangan Senin (23/3/2020) setelah RUU dari stimulus pemerintahan Trump masih belum mendapat persetujuan Senat.


Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai perdagangan Selasa (24/3/20200:

1. Pasar Diguncang COVID-19, Bank Mandiri Siapkan 3 Skenario
Emiten bank pelat merah, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sudah menyiapkan tiga skenario menghadapi pandemi virus corona atau COVID-19 yang mulai mewabah di Tanah Air.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Silvano Winston Rumantir mengatakan, belakangan ini tekanan di pasar keuangan meningkat karena adanya kekhawatiran dari investor global terhadap pandemi COVID-19 yang sudah menjangkiti lebih dari 160 negara.

Adapun tiga skenario yang disiapkan mulai dari kategori ringan (mild), sedang (moderate) hingga risiko terburuk (worst) apabila wabah corona terus berlangsung hingga pengujung tahun.

"Kami monitor terus perkembangan ini dan kita lakukan simulasi keadaan terburuk, termasuk apabila efek corona berlangsung sampai akhir tahun," jelas Silvano.



2. Saham Terjun 37%, Tower Bersama Siap Buyback 1,1 Miliar Saham

Emiten jasa infrastruktur telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham perusahaan di pasar sekunder seiring dengan arahan buyback tanpa RUPS yang sudah diizinkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin ini (23/3/2020), jumlah saham yang akan dibeli kembali sebanyak-banyaknya 1.132.849.900 atau 1,13 miliar saham dengan nilai nominal saham sebesar Rp 20/saham.

Dengan demikian nilai nominal saham yang akan dibeli kembali sebanyak-banyaknya sebesar Rp 22,66 miliar atau 5% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

3. Medco Energi Tender Offer Obligasi Rp 6 T di AS, Ini Hasilnya
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), melalui anak usahanya Medco Strait Services Pte Ltd, menyelesaikan penawaran tender (tender offer) untuk membeli senior notes atau obligasi global senilai US$ 400 juta atau setara dengan Rp 6 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$) yang jatuh tempo pada 2022.

Periode tender offer surat utang global dengan kupon 8,50% tersebut berlangsung sejak 16 Maret 2020 hingga 20 Maret 2020 waktu New York, Amerika Serikat. Surat utang ini dijamin oleh Medco Energi (sebagai penjamin induk) dan beberapa anak perusahaannya.

Dalam tender offer ini, Medco menunjuk Morgan Stanley Asia (Singapore) dan Standard Chartered Bank Ltd sebagai joint dealer manager. Selain itu, Medco juga mempercayakan agen tender kepada Morrow Sodali Ltd.

4. 2 Karyawan Indosat Terjangkit COVID-19
Perusahaan telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Oredoo membenarkan ada dua karyawan di kantor pusat Jakarta positif terjangkit virus corona (SARS-CoV-2) atau COVID-19.

Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Turina Farouk mengatakan Indosat memastikan penanganan karyawan terkena virus tersebut telah sesuai prosedur medis dan kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Dua karyawan yang bekerja di kantor pusat, Jakarta telah dinyatakan positif virus corona dan saat ini dalam penanganan medis dengan baik dan intensif," kata Turina, dalam keterangan pers yang diterima CNBC Indonesia, Senin (23/3/2020).

5. Hampir 12 Tahun Tekor, Smartfren Cetak Rugi Rp 2 T di 2019
Emiten telekomunikasi asuhan Grup Sinar Mas, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) masih menderita rugi bersih sepanjang tahun lalu sebesar Rp 2,19 triliun, kendati rugi bersih tahun berjalan ini sudah berkurang 38% dari periode Desember 2018 yang rugi bersih Rp 3,55 triliun.

Ini artinya, sudah hampir 12 tahun atau sejak 2008, FREN tak pernah mencatatkan "angka biru" pada kinerja laba bersih.

Mengacu data laporan keuangan yang dipublikasikan Senin ini (23/3/2020), rugi bersih ini dicatatkan di tengah pendapatan perusahaan yang justru meningkat 27,32% menjadi Rp 6,99 triliun dari tahun sebelumnya Rp 5,49 triliun.



6. Bye! Pengelola SCBD Hapus Pencatatan Saham di BEI

Perusahaan pengembang dan pengelola kawasan niaga terpadu Sudirman Central Business District, PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) memproses langkah perusahaan keluar dari pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia secara mandiri (voluntary delisting).

Dalam pengumuman yang disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Vera Florida dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, bursa memutuskan melakukan pembukaan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) perseroan di pasar negosiasi hari ini, Senin, 23 Maret 2020 pada pukul 10.00-10.15 WIB. Namun, saham ini akan kembali disuspensi kembali setelah transaksi pengalihan selesai dilakukan.

Pembukaan sementara perdagangan saham ini juga mengacu pada surat yang disampaikan PT Danayasa Arthatama Tbk bertanggal 17 Maret Nomor 0142/SPR/DA/III/2020 mengenai perhomohan crossing saham PT Danayasa Arthatama Tbk.

7. Penjualan Tembus Rp 42 T, Laba ICBP Capai Rp 5 T di 2019
Menyusul kinerja positif induknya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu di tengah penurunan harga komoditas.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, laba bersih entitas induk ICBP sepanjang tahun lalu tumbuh 10% menjadi Rp 5,04 triliun dari Rp4,58 triliun di tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih ini mendorong margin laba bersih relatif stabil di kisaran 11,9%, sementara laba inti atau core profit meningkat 22% menjadi Rp 5,16 triliun dari Rp 4,22 triliun.

8. Seorang Karyawan BCA Positif COVID-19
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan salah satu pegawainya positif terinfeksi virus corona (COVID-19) setelah melalui serangkaian tes yang dilakukan.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja menyampaikan, karyawan yang terinfeksi corona tersebut bekerja di kantor pusat BCA, Thamrin, Jakarta.

"Benar," kata Jahja saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, perihal surat edaran dari CEO BCA hari ini, Senin (23/3/2020).

"Hari ini, mewakili keluarga besar BCA, dengan rasa empati mendalam, dengan berat hati, saya ingin menyampaikan bahwa beberapa saat yang lalu, manajemen mendapatkan laporan resmi bahwa salah satu rekan kita di Kantor Pusat BCA dikonfirmasi positif COVID-19, pascamenjalani serangkaian tes," tulis Jahja, dalam surat edarannya.

[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading