'Kebakaran' Lagi, IHSG Kena Trading Halt & Keluar dari 4.000

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
23 March 2020 15:03
'Kebakaran' Lagi, IHSG Kena Trading Halt & Keluar dari 4.000
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada di zona pesakitan. Kali ini, koreksi yang dalam harus membuat IHSG keluar dari level psikologis 4.000.

Pada 14.45 WIB, IHSG sempat terkoreksi 4,66% dan menyentuh level 3,999. Satu menit berselang IHSG melorot 4,68% ke level 3.997,21. Ini adalah level terendah IHSG dalam 7 tahun. IHSG kali ini menyentuh level terendah sejak 28 Agustus 2013.

Pada pukul 14.52 WIB, IHSG semakin merosot dan terkena trading halt, IHSG terkoreksi 5% ke level 3.985,08. Nilai transaksi yang tercatat hingga pemberlakuan trading halt sebesar Rp 3,89 triliun dengan asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp 4,51 miliar



Hingga Minggu (22/3/2020), jumlah kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 64 orang dalam sehari menjadi 514 orang. Jumlah pasien yang meninggal juga bertambah menjadi 48 orang. Artinya tingkat mortalitas sementara di Indonesia sudah mencapai 9,3%.

Angka tersebut memang masih dinamis. Namun jika dibandingkan tingkat mortalitas global (4,35%) maka angka kematian di tanah air masih jauh lebih tinggi. Bahkan dua kali lipatnya. Dibandingkan dengan China (4,02%) dan Italia (9,26%) yang jumlah kasusnya paling banyak saja angka kematian di Indonesia masih lebih tinggi.

Bahkan dibanding dengan negara kawasan Asia Tenggara lainnya, tingkat mortalitas pasien COVID-19 di Indonesia juga termasuk yang tertinggi. Potensi pertumbuhan kasus di Indonesia masih sangat tinggi. Apalagi akan dilakukan test masal sebentar lagi.


Jika mengacu pada krisis keuangan tahun 2008 lalu, IHSG anjlok sebesar 58,66% dalam kurun waktu 11 bulan. Namun jika melihat kondisi saat ini, dampak COVID-19 terhadap pasar saham RI lebih besar. Lihat saja, belum genap 3 bulan wabah COVID-19 menjangkiti dunia dan Indonesia, koreksi IHSG sudah mencapai 33,41% secara year to date (ytd).

Tak menutup kemungkinan IHSG dapat anjlok sampai ke level tersebut dalam waktu yang lebih cepat, jika jumlah kasus dan kematian yang dilaporkan setiap hari bertambah dengan signifikan dan tidak ada penanganan yang tepat dan cepat dari pemerintah.

Amunisi baik fiskal maupun moneter sudah dikeluarkan oleh pemerintah dan bank sentral tanah air. Namun hal tersebut tak mampu meredam gejolak di pasar saham. Hal ini mengindikasikan bahwa ada pertanyaan besar di benak investor yang menyiratkan keragu-raguan. Apakah Indonesoa bisa menangani wabah ini?

Saat ini, jumlah kasus infeksi COVID-19 secara global sudah mencapai angka 335.997 dengan total kematian mencapai 14.641. Lebih dari 80% negara di dunia kini telah terjangkiti virus mengerikan ini.





TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading