Giliran Bursa Saham Selandia Baru Dihajar Corona, Anjlok 10%

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
23 March 2020 09:41
Bursa saham selandia baru anjlok 10%
Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah corona (COVID-19) kembali buat bursa saham di kawasan Asia Pasifik pagi ini rontok. Bursa saham kawasan Asia Pasifik yang dilanda kebakaran paling hebat adalah bursa saham Selandia Baru.

Pada 09.35 WIB, Indeks NZ50 sudah anjlok 10,26%. Padahal bursa saham Australia hanya anjlok 6,91%. Sementara itu bursa saham kawasan benua kuning lainnya juga terkoreksi di bawah angka 7%, kecuali Straits Times yang melorot 7,02%.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mendeklarasikan bahwa Selandia Baru berada pada level darurat tertinggi akibat adanya wabah COVID-19. Oleh karena itu, dalam kurun waktu 48 jam ke depan segala aktivitas yang tidak memiliki urgensi tinggi, sekolah dan perkantoran akan ditutup.



Berdasarkan data kompilasi John Hopkins University CSSE, jumlah orang yang sudah terinfeksi COVID-19 di Selandia Baru mencapai 66 orang. Walaupun jumlahnya masih sangat kecil dibanding total populasinya yang mencapai 4,8 juta jiwa, potensi penyebarannya yang tinggi membuat pemerintah mengambil tindakan tegas.

Hal ini membuat bursa saham Selandia Baru menjadi kebakaran di awal pekan ini. Sementara itu, bank sentral mengatakan akan mulai membeli obligasi pemerintah senilai NZ$ 30 miliar (US$ 17 miliar) mengikuti langlah bank sentral lain untuk meredam dampak COVID-19 dan membantu menenangkan pasar.

Bank sentral mengatakan program pembelian aset skala besar akan dimulai minggu ini dan dilanjutkan selama 12 bulan ke depan untuk berbagai tenor.

"Paket ini sangat besar," kata Kepala Ekonom ANZ Bank Sharon Zollner dalam sebuah catatan, melansir Reuters.

"Analisis kami minggu lalu menunjukkan perlunya pembelian aset sebesar 15-20 miliar per tahun, bahkan lebih, dan kenyataannya bahkan lebih besar," tambahnya.



Pekan lalu RBNZ memangkas suku bunga resmi sebesar 75 basis poin ke rekor terendah baru 0,25% dalam sebuah pertemuan darurat. Bank sentral berjanji untuk mempertahankan suku bunga di level itu setidaknya selama 12 bulan.

"Komite kebijakan moneter sepakat bahwa stimulus moneter lebih lanjut diperlukan untuk memenuhi inflasi dan tujuan pekerjaan," kata pernyataan tersebut, melansir Reuters.

Selandia Baru pekan lalu juga meluncurkan paket stimulus fiskal NZ $ 12,1 miliar untuk mendukung bisnis dan warga negara yang terkena dampak COIVD-19. Lebih banyak stimulus diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.



[Gambas:Video CNBC]






TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading