Sepekan Harga Emas Dunia Memudar, Bisa Cuan Pekan Ini?

Market - Haryanto & Arif Gunawan, CNBC Indonesia
23 March 2020 06:14
Harga emas dunia sepanjang pekan lalu (16-20 Maret) mengalami tekanan dengan minus 1,4%.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia sepanjang pekan lalu (16-20 Maret) mengalami tekanan dengan minus 1,4%. Kilau emas dunia mulai memudar di tengah aksi buru dolar Amerika Serikat (AS) akibat meningkatnya kecemasan seputar dampak wabah corona (COVID-19) yang bisa memicu resesi ekonomi dunia.

Mengacu data Refinitiv, harga emas di pasar global bahkan sempat turun ke level psikologis US$ 1.400, tepatnya US$ 1.486 pada Rabu lalu, yang berlanjut pada Kamis di level US$ 1.469,8 per troy ons.

Hal ini memicu dugaan bahwa kilau emas di mata pemodal global kalah menarik dibandingkan dengan safe haven lain seperti dolar AS, ataupun yen.


Indeks dolar AS yang mengukur kinerja mata uang greenback terhadap mitra dagang utamanya, menguat 3,24%. Kenakan indeks dolar menunjukkan penguatan mata uang Negara Adidaya tersebut terhadap mata uang utama lainnya di dunia.

Yen juga menguat signifikan terhadap rupiah sepekan ini hingga sempat melempar Mata Uang Garuda ke level terlemah sepanjang sejarahnya pada Jumat ke Rp 145 per yen. Namun, rupiah mampu memperingan koreksi dengan ditutup di level 143,6.

Jika ditarik selama sepekan, rupiah terhitung melemah 5,05%. Bahkan, sepanjang tahun ini, rupiah melemah hingga 12,2% terhadap Mata Uang Samurai ini.


Emas Antam
Namun di sisi lain, harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak 1,36% atau Rp 11.000 menjadi Rp 821.000/gram pada perdagangan Sabtu kemarin (21/3/2020), dari Jumat yang berada di level Rp 810.000/gram.

Dalam sepekan, harga emas Antam sudah melesat 6,6%, berbanding terbalik dari emas global yang minus 1,4%.

Mengacu data situs logammulia milik Antam, Sabtu (21/3), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram naik menjadi Rp 82,10 juta dari harga Jumat Rp 81 juta dan dari harga Kamis yakni di level Rp 76,5 juta per batang.

Sebagai catatan, pada Jumat itu, harga emas Antam bahkan dua kali mengalami kenaikan dalam sehari. Saat Jumat pagi, harga emas Antam naik Rp 10.000 menjadi Rp 775.000/gram dari Kamis Rp 765.000/gram, tapi pada pukul 14.00 WIB siangnya, harga emas Antam melonjak Rp 35.000 menjadi Rp 810.000/gram.

Emas Antam kepingan 100 gram ini lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Kenaikan harga emas Antam yang melawan tren global ini tak bisa dilepaskan dari struktur permintaan emas di Indonesia yang memang berbeda dari pasar emas dunia.

Di pasar global, emas diburu oleh para investor institusi untuk tujuan investasi dan mengejar return jangka pendek. Volatilitas di pasar dunia lebih tinggi karena penurunan margin keuntungan yang tipis di emas (terhadap aset investasi lain) bisa memicu aksi jual masif.

Di Indonesia, emas diburu untuk tujuan melindungi nilai (hedging) kekayaan dari inflasi dan investasi jangka panjang. Dus, tingkat permintaannya tetap terjaga. Di tengah koreksi bursa dunia dan juga bursa Indonesia (saham dan obligasi), kilau emas pun tetap menarik.

Mengacu data Antam, pada Senin awal pekan lalu (16/3), harga emas Antam masih berada di level Rp 770.000/gram.



Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam pada Sabtu ditetapkan pada Rp 791.000/gram, atau naik Rp 13.000 dari posisi Jumat.

Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Untuk jenis lain, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.


TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading