Janji ECB Belum Bersambut, Bursa Saham Eropa Berbalik Turun

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
19 March 2020 18:30
Pasar Eropa berayun kencang dari zona positif ke negatif pada Kamis (9/3/2020)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar Eropa berayun kencang dari zona positif ke negatif pada Kamis (9/3/2020), merespons rencana bank sentral Eropa merilis program pembelian obligasi senilai 750 miliar euro (US$ 820 miliar) untuk mengatasi dampak corona.

Setelah awal yang variatif, indeks Stoxx 600 naik 1,5%, dengan saham sektor telekomunikasi melompat 3% memimpin penguatan, sedangkan saham sektor penerbangan dan wisata melemah 0,3%.

Namun pada pukul 18:20 WIB, indeks berisi 600 saham unggulan dari 17 negara Eropa ini tercatat melemah tipis 8,1 poin (0,22%) ke 278,21. Seluruh indeks utama tertekan, seperti FTSE Inggris (-1,32%), Dax Jerman (-0,8%), dan CAC Prancis (-0,15%)

Pada Rabu, European Central Bank (ECB) mengumumkan "Program Pembelian Darurat Pandemik" melibatkan dana sebesar 750 miliar euro untuk membantu mendongkrak perekonomian Benua Biru.

"ECB akan memastikan bahwa semua sektor ekonomi mendapatkan manfaat dari kondisi keuangan suportif yang memungkinkan mereka menyerap tekanan ini," tutur bank sentral zona euro tersebut dalam pernyataan resminya. "Ini berlaku setara untuk rumah tangga, perusahaan, bank dan pemerintah."

Hanya saja, kabar buruk muncul dari negara Uni Eropa dengan perekonomian terbesar, yakni Jerman yang melaporkan penurunan sentimen bisnis pada Maret. Data awal Indeks Iklim Bisnis surut dari 96 poin (Februari) menjadi 87,7 poin (Maret), menjadi koreksi yang terbesar sejak 1991 dan membawa indeks tersebut ke level terendahnya sejak Agustus 2009.

Pasar belum teryakinkan dengan janji stimulus yang diutarakan pemerintah di berbagai negara untuk mengatasi wabah virus corona. Bursa global pada Rabu anjlok, meski negara-negara Barat telah menjanjikan guyuran dana miliar dolar AS untuk memberikan stimulus bagi korporasi dan masyarakat.

Saat ini, mengutip data Johns Hopkins University, jumlah penderita virus corona telah mencapai 218.000 kasus dengan korban jiwa sebanyak 8.800 orang.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading