Roundup

BCA Dapat 2 Direksi Baru, Citos Mau Dijual Demi Jiwasraya

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 March 2020 08:24
BCA Dapat 2 Direksi Baru, Citos Mau Dijual Demi Jiwasraya

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,28% ke posisi 5.154,10 pada perdagangan Rabu kemarin (11/3/2020).

Kendati bursa saham Wall Street menguat, hal ini tidak bernasib sama dengan bursa saham di kawasan Asia yang justru melemah pada perdagangan Rabu kemarin karena diliputi kecemasan wabah virus Corona.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai perdagangan Kamis (12/3/2020):



1.RUPS 9 April, Haryanto Budiman & Hendra Lembong ke BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2020 mendatang. Dalam agenda rapat kali ini, BCA akan membahas 7 agenda rapat.

Berdasarkan pengumuman RUPST yang dipublikasikan, Rabu ini (11/3/2020), selain menyetujui laporan keuangan perseroan tahun 2019 dan penetapan penggunaan laba bersih sebagai dividen, pemegang saham bank dengan kode saham BBCA ini juga bakal merombak jajaran pengurus perseroan.

Agenda ini nantinya akan menerima pengunduran diri Inawaty Handojo selaku Direktur yang merangkap Direktur Kepatuhan Perseroan yang selanjutnya mengangkat Haryanto Tiara Budiman sebagai Direktur merangkap Direktur Kepatuhan Perseroan.

Selanjutnya, pemegang saham juga akan mengangkat Gregory Hendra Lembong sebagai Direktur Perseroan.


2.OJK: Ada 35 Multifinance Kembang Kempis di 2020
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan bahwa pertumbuhan industri pembiayaan atau multifinance berpotensi lesu di tengah ekonomi global yang tertekan adanya virus corona (COVID-19). Tahun ini, OJK bahkan menyampaikan ada 30-35 multifinance kondisinya kembang kempis.

"Di 2020, mungkin ada 30 sampai 35 perusahaan yang masih struggling, tahun lalu sudah kita lakukan komunikasi intensif dan kami sampaikan agar mereka memenuhi kewajiban," kata Kepala Departemen Pengawasan IKNB (Industri Keuangan Non-Bank) 2B OJK Bambang W. Budiawan di kantornya, Rabu (11/3/2020).

Menurut OJK, industri pembiayaan saat ini dihadapkan tantangan yang cukup berat. Dalam 2 tahun terakhir, industri pembiayaan hanya tumbuh 4%.

Pada 2019, tercatat industri pembiayaan memiliki aset Rp 518,14 triliun, dengan utang pembiayaan tumbuh sebesar 4%. Jumlah aset naik 14,5% atau bertambah Rp 65,92 triliun dari aset multifinance tahun 2018 yakni Rp 452,22 triliun.


3.Siap-siap! Pengelola KFC Siap Borong 200 Juta Saham di Pasar
Emiten pengelola gerai makanan cepat saji KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) 200 juta saham. Aksi korporasi ini merespons kondisi pasar saham yang belakangan ini berfluktuasi sangat signifikan.

Direktur Fast Food Indonesia, J. Dalimin Juwono menerangkan, pembelian kembali saham ini akan dilaksanakan pada 12 Maret hingga 11 Juni 2020. Buyback ini juga mengacu pada aturan OJK yang membolehkan emiten melakukan buyback tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna meredam tekanan di pasar.

Perkiraan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali maksimum Rp 10 miliar dengan jumlah saham maksimum 200 juta saham, tulis Dalimin, dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/3/2020).


4.Catat! Sederet 'Dosa' AISA ke BEI, Bikin Suspensi Tak Dibuka
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih belum membuka penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) meskipun sudah mendekati 24 bulan. Hal ini disebabkan perseroan belum menyelesaikan sederet kewajiban kepada otoritas bursa atau Bursa Efek Indonesia, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan AISA harus menyelesaikan kewajiban agar saham produsen makanan ringan ini bisa diperdagangkan lagi di lantai bursa.

"Bursa akan membuka suspensi AISA apabila Perseroan telah memenuhi kewajiban-kewajiban," kata Yetna di Jakarta, Rabu (11/3/2020).


5.Citos Bakal Dijual Demi Jiwasraya, Siapa Pembelinya?
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan siap membayarkan dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada akhir Maret ini sesuai dengan komitmen awal.

Sumber dana untuk membayarkan klaim nasabah tersebut berasal dari penjualan aset berupa portofolio yang likuid dan properti. Salah satu aset yang bakal dilego ialah pusat perbelanjaan Citos atau Cilandak Town Square, di Jakarta Selatan.

"Intinya kita akan bayar yang tradisional polis, karena kan kita memang utamakan para pensiunan. Itu yang kita lakukan karena memang nilainya [masih] kita godok," kata Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau yang biasa disapa Tiko, di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (11/3/2020).


6.Laba Waskita Beton Ambles 27% di 2019
Laba bersih PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT), ambles 27% pada tahun lalu menjadi Rp 806,15 miliar, dari tahun 2018 sebesar Rp 1,10 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan WSBP yang dipublikasikan Rabu ini (11/3/2020), penurunan laba bersih ini terjadi di tengah koreksi pendapatan sepanjang tahun lalu.

Pendapatan WSBP turun 7% menjadi Rp 7,47 triliun dari sebelumnya Rp 8 triliun, dengan beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 5,90 triliun dari Rp 6,15 triliun.

Pendapatan terbesar berasal dari beton pracetak atau precast sebesar Rp 3,84 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 2,33 triliun. Tekanan berasal dari bisnis beton ready mix yang ambles 48% menjadi Rp 2,33 triliun dari sebelumnya Rp 4,46 triliun, sementara bisnis jasa konstruksi naik menjadi Rp 1,29 triliun dari Rp 1,21 triliun.


7.BEI, KSEI, & KPEI Rilis Kinerja, Siapa Paling Untung?
Tiga perusahaan self regulatory organization (SRO) yang menyelenggarakan aktivitas di pasar modal Tanah Air sudah mengumumkan kinerja keuangan sepanjang tahun 2019. Ketiganya yakni PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

BEI sebagai otoritas bursa menyediakan sistem perdagangan efek di pasar modal, sementara KSEI menjadi kustodian alias lembaga penyimpan dan penyelesaian transaksi, sedangkan KPEI untuk kliring dan penjaminan. Ketiganya terafiliasi karena BEI punya saham baik di KPEI maupun KSEI, sementara KPEI juga punya saham di KSEI.

Dari ketiganya, mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan Rabu ini (11/3/2020), laba BEI menjadi yang tertinggi karena juga mendapatkan pendapatan dari dua SRO ini.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading