Berkat 'Doping' The Fed, IHSG Melesat 2% Lebih di Sesi I

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 March 2020 12:47
Semua sektor di IHSG menguat di perdagangan sesi I.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat di perdagangan sesi I Rabu ini (4/3/2020) melanjutkan penguatan nyaris 3% pada perdagangan Selasa kemarin.

IHSG membuka perdagangan dengan menguat tipis 0,1% di 5.524,094, tidak lama penguatan langsung terakselerasi hingga 2,02% di 5.630,268, sebelum sedikit terpangkas dan mengakhiri sesi I di level 5.623,821 atau menguat 1,91%.

Semua sektor di IHSG menguat di perdagangan sesi I. Sektor industri dasar memimpin penguatan sebesar 3,19%, disusul sektor infrastruktur 3,14%. Sektor finansial dengan kapitalisasi pasar terbesar menguat 1,96%.


Berdasarkan data BEI, nilai transaksi sepanjang sesi I sebesar Rp 3,08 triliun dengan investor asing melakukan beli bersih Rp 153,62 triliun.



Stimulus moneter sejak awal pekan ini membuat IHSG melesat 2 hari terakhir. Di awal pekan, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan 5 kebijakan guna meredam dampak wabah virus corona ke perekonomian.

Sehari kemudian, giliran bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) yang memberikan kejutan di pasar.

Kemarin malam (Selasa pagi waktu AS), The Fed secara tiba-tiba mengumumkan memangkas suku bunga acuannya atau Federal Funds Rate (FFR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 1-1,25%. Pemangkasan yang agresif tersebut merupakan yang pertama sejak Desember 2008 atau saat krisis finansial terjadi. Kala itu The Fed memangkas suku bunga sebesar 75 bps.

Bank sentral paling powerful di dunia ini seharusnya mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 Maret waktu AS, tetapi penyebaran wabah corona virus menjadi alasan The Fed memangkas suku bunga lebih awal dari jadwal RDG.

Dalam konferensi pers setelah pengumuman tersebut, pimpinan The Fed Jerome Powell mengatakan keputusan pemangkasan suku bunga diambil setelah para anggota dewan The Fed melihat wabah virus corona mempengaruhi outlook perekonomian.

"Besarnya efek virus corona terhadap perekonomian AS masih sangat tidak menentu dan berubah-ubah. Melihat latar belakang tersebut, anggota dewan menilai risiko terhadap outlook perekonomian telah berubah secara material. Merespon hal tersebut, kami telah melonggarkan kebijakan moneter untuk memberikan lebih banyak support ke perekonomian" kata Powell sebagaimana dilansir CNBC International.


Pemangkasan FFR tersebut kurang direspon positif oleh Wall Street. Bursa saham AS tersebut justru merosot, pada perdagangan Selasa. Pelaku pasar di AS mengharapkan The Fed akan menggelontorkan lebih banyak stimulus, salah satunya program pembelian aset (quantitative easing/QE), tetapi Powell belum memberikan sinyal ke arah itu.

Responnya berbeda ditunjukkan pasar Asia, beberapa bursa utama menguat, begitu juga dengan IHSG.

Sama dengan kebijakan BI, pemangkasan suku bunga oleh The Fed diharapkan mampu meminimalisir dampak wabah virus corona ke perekonomian AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]




(pap/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading