Jadi Kerugian Negara dari Jiwasraya Rp 17 T atau Rp 13 T sih?

Market - Sandi Ferry, CNBC Indonesia
04 March 2020 07:37
Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah melakukan sinkronisasi data. Foto: Jiwasraya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah melakukan sinkronisasi data dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait nilai kerugian negara dari kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Upaya ini untuk menyelaraskan hasil temuan antara kedua institusi negara tersebut dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi di Jiwasraya.

"Hasil temuan kita, apa temuan mereka [BPK], di-sinkronisasi," kata Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah di Kejagung, Selasa (3/3).


Hasilnya terlihat ketika Febrie beserta tim penyidik Kejagung membawa beberapa tumpuk berkas yang disinyalir merupakan dokumen terkait kerugian negara terkait kasus Jiwasraya. Ia tiba di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 18.45, Selasa Sore (3/3).

Nilai perhitungan kerugian negara (PKN) sangatlah penting bagi Kejagung. Setelah adanya angka pasti, Kejagung bisa melakukan pelimpahan serta masuk ke tahap 1 Penuntutan Umum.

"Progress nunggu hasil perhitungan kerugian negara. Insya Allah kalau hasil BPK selesai, kita akan segera limpahkan. Dan ini [kasus Jiwasraya] penanganan tercepat," sebut Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejagung, Selasa (3/3).

Sebelumnya, BPK memang sudah menjanjikan bakal mengeluarkan rilis tentang PKN kasus dugaan korupsi Asuransi Jiwasraya pada akhir Februari ini. Sayangnya, hingga kini masih belum ada juga perkembangannya.


"Bukti-buktinya sudah cukup lengkap. Itu di tahap pertama, maka aspek itu bisa diumumkan ke publik. Jadi angka sudah dapat," kata Ketua BPK, Agung Firman Sampurna, di kantornya, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Namun, angka pasti kerugian negara belum juga ditemukan. Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah mengeluarkan nilai sementara kerugian negara di kasus tersebut mencapai Rp 17 triliun.

Saat ini, Agung belum mau mengeluarkan angka kisaran berapa nilai kerugian negara di kasus Jiwasraya. Pada akhir Desember tahun lalu, Kejagung semula mengestimasi potensi kerugian negara awalnya hanya Rp 13 triliun.

Di luar kasus yang tengah disidik Kejagung atas Jiwasraya soal dugaan korupsi, Jiwasraya juga masih punya kewajiban membayar klaim polis produk JS Saving Plan yang jatuh tempo akhir tahun lalu dan awal tahun ini dengan nilai mencapai Rp 16 triliun.

Dalam penyidikan Jiwasraya, Kejagung pun memblokir sebanyak 800 sub rekening efek dalam rangka memudahkan proses penyidikan.

Sebanyak 800 sub rekening itu semula diblokir lantaran ada dugaan terkait dengan transaksi Jiwasraya. Pemblokiran ini sempat menuai persoalan karena perusahaan efek tak bisa bertransaksi, begitu pun investor saham, dan perusahaan asuransi jiwa tak bisa mengklaim dana nasabahnya.


[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Skandal Jiwasraya, 8 Perusahan MI Sudah Dicecar Kejagung


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading