IHSG Drop 2,7%, Kapitalisasi Bursa Saham RI Susut Rp 171 T

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
27 February 2020 18:06
IHSG Drop 2,7%, Kapitalisasi Bursa Saham RI Susut Rp 171 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam lima hari perdagangan (21-27 Februari), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan secara beruntun. IHSG jatuh dan nilai kapitalisasi pasar di bursa saham tanah air berkurang ratusan triliun.

Pada penutupan perdagangan hari ini Kamis (27/2/2020), IHSG ditutup drop 2,69% ke level 5.535,69, padahal di pembukaan perdagangan IHSG hanya terkoreksi 0,15% saja. Asing keluar dari pasar saham domestik sebesar Rp 1,05 triliun dan nilai kapitalisasi pasar indeks bursa tanah air berkurang Rp 177,1 triliun hari ini.


Nilai kapitalisasi pasar indeks sektoral juga mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Kapitalisasi pasar yang turun paling dalam adalah indeks untuk sektor keuangan yang anjlok Rp 96,56 triliun dibanding posisi penutupan kemarin.




Harga saham emiten perbankan BUKU IV yang notabene merupakan saham big cap hari ini memang terkoreksi dalam. Harga saham Bank BCA (BBCA) turun 2,02%, Bank BNI (BBNI) turun 3,08%, Bank Mandiri (BMRI) ambles 3,92% sementara harga saham Bank BRI (BBRI) anjlok paling dalam hingga 7,81%.

Anjloknya IHSG dalam beberapa waktu ini dipicu oleh gempuran sentimen negatif dari eksternal maupun yang datang dari dalam negeri. Sentimen negatif yang datang dari eksternal terkait perkembangan terbaru wabah corona.


Pasar keuangan memang masih dihebohkan dengan kasus infeksi corona yang makin meluas. Awal pekan ini ketika jumlah kasus baru infeksi corona di China dilaporkan menurun, lonjakan jumlah kasus baru justru terjadi di berbagai negara.

Lonjakan jumlah kasus baru yang paling tinggi dialami oleh Korea Selatan, disusul oleh Italia dan Iran. Sampai hari ini sudah ada 1.595 kasus infeksi corona di Korsel yang menewaskan 13 orang.

Di Italia, virus ini telah menginfeksi 453 orang dan menyebabkan 12 orang tewas. Sementara di Iran jumlah kasus yang dilaporkan mencapai 141 dan jumlah korban meninggal mencapai 22 orang. Merupakan jumlah korban meninggal terbanyak di luar China daratan.

Jumlah negara yang melaporkan adanya kasus infeksi virus corona juga bertambah. Minggu lalu masih 26 negara, kemudian bertambah menjadi 39 negara dan hari ini sudah ada 45 negara yang positif terjangkiti virus mematikan ini.

Kekhawatiran bahwa wabah COVID-19 ini akan menjadi pandemi telah mengakibatkan terjadi aksi jual besar-besaran di bursa saham global. Dalam dua hari perdagangan sudah terjadi sell off senilai US$ 1,737 triliun di bursa Wall Street.

Dalam tiga hari perdagangan terakhir, bursa saham AS selalu ditutup dengan koreksi. Ada kemungkinan Wall Street akan dibuka di zona merah pada perdagangan nanti. Hal itu tercermin dari indeks futures Dow Jones yang tergelincir 0,55%, indeks futures S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,% dan 0,48%.


Sementara sentimen negatif yang berasal dari dalam negeri adalah adanya mega skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merembet ke industri lain seperti reksadana juga turut menjadi sentimen negatif yang membuat investor melego saham-saham di tanah air.

Saat ini Kejaksaan Agung tengah memeriksa 9 orang pegawai bank dari bank berbeda baik bank nasional terkait kasus Jiwasraya. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono mengungkapkan Bank yang diperiksa memiliki keterkaitan dengan transaksi yang dilakukan dalam kasus Jiwasraya, diantaranya oleh tersangka.

Hal yang ditakutkan adalah dampak dari kasus ini bersifat sistemik. Walau banyak yang meyakini hal tersebut tidak terjadi, tetap saja mega skandal ini menjadi sentimen negatif untuk pasar ekuitas tanah air.


[Gambas:Video CNBC]







TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading