Opsi Penyelamatan Jiwasraya Bukan Dibailout, Tapi..

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 February 2020 12:17
Opsi Penyelamatan Jiwasraya Bukan Dibailout, Tapi..
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan tak akan ada pemberian bantuan keuangan dari negara dalam bentuk bailout kepada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kementerian justru memberikan opsi lainnya agar perusahaan asuransi pelat merah ini bisa membayarkan kewajibannya kepada nasabah.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan untuk penyelamatan keuangan perusahaan ini, tak akan ada dana pemerintah yang akan dipakai. Melainkan, kementerian telah mempersiapkan langkah bisnis yang justru dinilai lebih baik dilakukan ketimbang meminta anggaran dari APBN.

"Tidak ada bailout jadi pilihannya mestinya tidak ada karena [pernah] dilakukan ke perusahaan swasta dan hilang begitu saja. Sedangkan mekanisme yang kami usulkan tidak ada seperti itu dan itu bukan anggaran pemerintah yang dimasukkan ke Jiwasraya. Jadi bukan bail out itu bukan pilihan kita," kata Arya, Kamis (27/2/2020).


Hingga saat ini kementerian masih mempertahankan opsi business to business yang akan dilakukan. Namun untuk dapat melaksanakan opsi ini, kata Arya, Kementerian BUMN perlu meminta persetujuan dari pemerintah dan panitia kerja (panja) yang dibentuk oleh parlemen.




Namun demikian, dia memastikan pembayaran akan mulai dilaksanakan pada akhir Maret nanti. Kementerian masih menunggu masa reses yang akan dilakukan oleh DPR dalam waktu dekat.

"Karena kita masih menunggu DPR reses dulu ya jadi ya mungkin setelah reses baru finalkan pilihan keputusan panja ini baru habis itu pembayaran. Jadi kemungkinan di akhir Maret," kata dia.

Berdasarkan sumber CNBC Indonesia, ada penjelasan terbaru mengenai proses penyelamatan nasabah Jiwasraya.

Bailout tidak akan dipilih. "Bailout itu bila pemerintah menanggung kelangsungan usaha Jiwasraya dengan mengucurkan PMN sebesar Rp 33 triliun untuk mengembalikan Risk Based Capital Jiwasraya menjadi 120% dan supaya bisa beroperasi normal dan menanggung seluruh polis sesuai klaim," kata sumber CNBC Indonesia, Kamis (27/2/2020).

"Sedangkan opsi bail-in yang sekarang diajukan mengharuskan kerjasama pemegang saham dan pemegang polis untuk bersama-sama menanggung resiko. Polis Jiwasraya akan direstrukturisasi ataupun ditunda pembayarannya untuk menanggung beban bersama, namun pemegang saham hadir untuk membantu agar polis-polis tersebut secara optimal terselesaikan," kata sumber yang mengikuti rapat penyelamatan bersama DPR ini.

Apa benar bail-in ini dengan menyuntikkan modal langsung dari pemerintah ke Jiwasraya?

"Tidak. PMN yang akan diusulkan adalah untuk penguatan modal holding asuransi (Bahana) dan pembentukan perusahaan asuransi Nusantara Life. Nusantara Life akan menjadi perusahaan asuransi baru yang berfokus di asuransi jiwa, proteksi, mikro dan digital yang akan menjadi juga cikal bakal pengelola dana pensiunan BUMN," tuturnya.

"Dan pemegang saham polis tradisional Jiwasraya yang masih berjalan (belum jatuh tempo) akan ditawarkan untuk merestrukturisasi polisnya dan mengalihkan polisnya ke Nusantara Life, agar punya masa depan yang baik."





[Gambas:Video CNBC]





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading