Jepang & Korsel Terinfeksi Corona, Harga Batu Bara Makin Lesu

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
27 February 2020 10:38
Jepang & Korsel Terinfeksi Corona, Harga Batu Bara Makin Lesu
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam tujuh hari perdagangan berturut-turut, harga batu bara selalu ditutup melemah. Virus corona yang kini menjangkiti Korea Selatan jadi sentimen negatif yang membuat harga batu bara ambyar

Data Refinitiv menunjukkan harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle mengalami koreksi 0,3% ke level US$ 65,45/ton pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (26/2/2020).

Harga batu bara saat ini merupakan harga yang terendah sejak 2 September 2019. Pasar masih diliputi kecemasan bahwa permintaan batu bara akan melambat dengan kasus meluasnya infeksi virus corona di luar China.



China sendiri yang merupakan pusat asal muasal virus, hingga kini konsumsi batu bara di enam pembangkit listrik utamanya belum kembali pulih, padahal libur imlek telah usai.

Biasanya pada libur tahun baru China (imlek), konsumsi batu bara di enam pembangkit utama mengalami penurunan. Namun setelah itu konsumsinya akan kembali normal.

Di China impor batu bara periode 1-25 Februari 2020 mencapai 15,9 juta ton, sedikit lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 15,8 juta ton.

Total persediaan batu bara di pelabuhan utama di China bagian utara per 21 Februari 2020 sebanyak 11,5 juta ton, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 15,5 juta ton.

Sementara impor batu bara di Korea Selatan dan Jepang sejak awal bulan sebesar 4,8 juta ton dan 10,1 juta ton. Jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 8,5 juta ton dan 13 juta ton.

Pasar kini mewaspadai lonjakan jumlah kasus baru infeksi virus corona yang terjadi di dua negara ini. Pasalnya Korea Selatan dan Jepang merupakan dua negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak kedua dan keempat dan juga merupakan konsumen batu bara yang dominan di Asia.

Jumlah kasus infeksi di Negeri Ginseng sudah mencapai 1.595. Berdasarkan data John Hopkins University CSSE, jumlah korban meninggal di Korea Selatan mencapai 12 orang. Di Jepang jumlah kasus infeksi virus corona tercatat sebanyak 189 orang dengan 3 korban meninggal dilaporkan.


Saat ini mata sedang tertuju ke dua negara tersebut. Pelaku pasar mewaspadai adanya kemungkinan karantina yang akan dilakukan di berbagai kota yang tentu berdampak pada sektor bisnis pembangkit listrik serta permintaan batu bara di negara itu.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading