Corona Mengganas, Cuan Maskapai Asia Bisa Hilang Rp 381 T

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
21 February 2020 10:31
Corona Mengganas, Cuan Maskapai Asia Bisa Hilang Rp 381 T

Jakarta, CNBC Indonesia - Berbagai maskapai penerbangan di kawasan Asia-Pasifik diprediksi akan kehilangan pendapatan sekitar US$ 27,8 miliar atau setara dengan Rp 378 triliun (asumsi kurs Rp 13.600/US$) karena menurunnya permintaan penerbangan akibat virus corona (Covid-19).

Sebagian besar kerugian akan dirasakan oleh perusahaan penerbangan di China. Menurut The International Air Transport Association (IATA) atau Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), dalam perkiraan yang dirilis di New York, China akan merugi US$ 12,8 miliar (Rp 174 triliun) hanya untuk pasar domestik.

Di sisi lain, perusahaan penerbangan China memang sudah memangkas 80% dari kapasitas penerbangan domestik dan internasional pada minggu ini.



Bahkan, menurut perusahaan data penerbangan OAG, mereka harus mengalami penurunan angka permintaan penerbangan yang terjun bebas saat adanya virus corona.

Dua maskapai di Asia, Cathay Pacific Airways dan Singapore Airlines juga ikut memangkas kapasitas penerbangan di seluruh jaringan global guna melewati krisis tersebut. Cathay tercatat di Bursa Hong Kong, sementara Singapore Airlines tercatat di Bursa Singapura.

Secara keseluruhan, IATA memperkirakan lalu lintas penumpang di wilayah Asia-Pasifik turun 8,2% tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang memiliki kenaikan 4,8%.

Corona Mengganas, Cuan Maskapai Asia Bisa Hilang Rp 381 TFoto: Air France (REUTERS/Pascal Rossignol)


"Maskapai membuat keputusan sulit untuk memangkas kapasitas dan dalam beberapa kasus rute. Biaya bahan bakar yang lebih rendah akan membantu mengimbangi sebagian dari pendapatan yang hilang. Ini akan menjadi tahun yang sangat sulit bagi maskapai penerbangan," kata Direktur Jenderal IATA Alexandre de Juniac dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Jumat (21/2/2020).


Lebih lanjut menurut IATA, operator di luar Asia diperkirakan akan kehilangan US$ 1,5 miliar (Rp 20,4 triliun) pendapatan karena virus tersebut. Namun IATA juga menambahkan jika terlalu dini untuk mengukur dampak pada penurunan pendapatan.

Namun, maskapai Air France pada hari Kamis (20/2/2020) juga memperkirakan hanya akan mencapai laba 150 juta euro hingga 200 juta euro (US$ 162 juta - US$ 216 juta atau setara Rp 2,2 triliun-Rp 2,94 triliun) pada bulan April karena kalah bersaing dengan wabah virus corona terhadap industri penerbangan. Maskapai ini tercatat di Bursa Saham Paris.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading