Beredar Kabar, Agus Martowardojo akan Jadi Komut BNI

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
20 February 2020 11:33
Selain itu, bank pelat merah ini juga akan melakukan penggantian manajemen perusahaan, baik direksi maupun komisaris perusahaan.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) akan melangsungkan Rapat Umum Pemegang Sahan Tahun (RUPST), Kamis (20/2/2020). Salah satu agenda pembahasan kinerja perusahaan untuk tahun buku 2019. Selain itu bank pelat merah ini juga akan melakukan penggantian manajemen perusahaan, baik direksi maupun komisaris perusahaan.

Sumber CNBC Indonesia mengatakan salah satu yang dipastikan akan diganti adalah Direktur Utama Bank BNI yang saat ini diduduki oleh Achmad Baiquni. Meski demikian, sumber ini enggan untuk menyebut siapa penggantinya. Ada juga kabar yang menyebutkan beberapa direksi BNI yang juga kabarnya akan diganti dalam RUPST kali ini.


Selain perombakan direksi, RUPST kali ini akan menetapkan Agus Martowardojo sebagai Komisaris Utama BNI. Agus merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan dan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).


Agus Marto akan menggantikan Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro yang kini menjadi wakil komisaris utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

CNBC Indonesia mencoba mengonfirmasi perihal perubahan susunan direksi dan komisaris BNI ke Menteri BUMN Erick Thohir. Namun, ketika ditemui di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020), Erick enggan berkomentar.

Sepanjang 2019 lalu, BNI membukukan peningkatan laba bersih 2,5% menjadi Rp 15,38 triliun pada 2019 dibandingkan periode yang sama 2018. Peningkatan laba bersih tersebut pertumbuhan bisnis luar negeri.

Pertumbuhan kredit sebesar 8,6% yoy, yaitu dari Rp 512,78 triliun pada akhir 2018 menjadi Rp 556,77 triliun pada akhir 2019. Pertumbuhan kredit BNI tersebut masih berada di atas pertumbuhan kredit industri yaitu sebesar 6,5% hingga Oktober 2019.


Dengan pertumbuhan kredit tersebut, BNI mencatatkan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp 36,6 triliun pada akhir tahun 2019 atau tumbuh 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 35,45 triliun. Pertumbuhan NII tersebut mampu menjaga ROE pada posisi 14% di akhir tahun 2019.
(hps/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading