Analisis Teknikal

Siap Nyeruduk, IHSG Bakal Reli 4 Hari Beruntun

Market - , CNBC Indonesia
20 February 2020 08:57
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (19/2/2020) kemarin dengan ditutup naik.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (19/2/2020) kemarin dengan ditutup naik 41 poin atau +0,71% ke level 5.928, menjadikan penguatan selama 3 hari beruntun yang dialami IHSG.

Memasuki perdagangan Kamis (20/2/2020) hari ini, Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Rentang pergerakan pada levelnya berpotensi terjadi pada 5.900 hingga 5.990.

Transaksi bursa kemarin terlihat lebih ramai dengan Rp 6,26 triliun transaksi tercipta, lebih besar dari transaksi Selasa (18/2) sebelumnya dengan nilai Rp 5,97 triliun. Naiknya volume disertai penguatan pertanda gairah investor untuk masuk pasar saham sedang meningkat.


Secara teknikal, IHSG sedang bullish karena ditutup pada level tertingginya (highest close). Level 5.900 yang kerap kali menjadi penghalang kenaikan (resistance) IHSG akhirnya berhasil ditembus (breakout resistance).

Sumber: Refinitiv (Diolah)

Dari bursa saham Amerika Serikat (AS), tiga indeks saham rata-rata ditutup menguat. Dow Jones (DJIA) naik 0,40% ke level 29.348, S&P 500 terangkat 0,47% ke level 3.386, dan nasdaq terbang 0,87% ke level 9.817.

Bank sentral AS atau the Federal Reserve (The Fed) kembali mempertahankan tingkat suku bunga di rentang 1,5-1,75%. Dalam notulanya, The Fed juga melihat ekonomi China dan beberapa negara Asia menunjukkan peningkatan, tetapi wabah virus corona memunculkan pertanyaan apakah pertumbuhan tersebut akan berlanjut atau justru akan melambat.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan kebijakan suku bunganya yakni BI 7 Day RR dalam Rapat Dewan Gubernur (RDGBI) pada hari ini Kamis (20/2).

Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia, enam institusi memperkirakan suku bunga acuan akan bertahan di 5%, enam lainnya meramal akan terjadi penurunan sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%.



TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]




(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading