Apple Jadi 'Korban' Corona, Pendapatan Q2 Berpotensi Tergerus

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
18 February 2020 11:16
Apple Jadi 'Korban' Corona, Pendapatan Q2 Berpotensi Tergerus

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan teknologi AS yang tercatat di Bursa Nasdaq, Apple Inc, mengungkapkan pendapatan perusahaan pada kuartal kedua (Q2) tahun fiskal 2020 ini kemungkinan tak sesuai harapan.

Turunnya ekspektasi pendapatan itu disebabkan karena angka pasokan iPhone, salah satu produk andalannya, kini lebih rendah secara global dan permintaan pembelian di China yang menjadi salah satu pasar terbesar dunia juga turun akibat wabah virus corona (Covid-19).

Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini awalnya mengatakan bahwa mereka akan melaporkan penjualan bersih antara US$ 63 miliar hingga US$ 67 miliar pada kuartal kedua tahun fiskal ini. Angka tersebut setara dengan Rp 857-911 triliun dengan asumsi kurs Rp 13.600/US$.



Sayangnya, Apple tidak memberikan perkiraan baru untuk angka pendapatan kuartal kedua tahun fiskal ini. Perusahaan juga mengatakan ada kisaran penurunan yang lebih besar dari biasanya untuk prediksi angka penjualan pada akhir Januari lalu di tengah ketidakpastian seputar wabah coronavirus.

Foto: Jony Ive (kanan) bersama CEO Apple Tim Cook. (Foto: REUTERS/Mason Trinca)


"Seperti yang bisa Anda lihat dari range [kisaran estimasi penurunan], mengantisipasi beberapa tingkat masalah di sana [corona]. Kalau tidak, kami tidak akan memiliki kisaran US$ 4 miliar [Rp 54 triliun], "kata CEO Apple, Tim Cook, Senin (17/2/2020), dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (18/2).

Apple memproduksi sebagian besar iPhone dan produk lainnya di China. Wabah virus menyebabkan penghentian produksi dan menutup toko-toko ritel di China untuk sementara waktu. Namun beberapa toko ritel Apple dibuka kembali di China sejak pekan lalu.

Perusahaan juga menegaskan bahwa wabah corona membuat kondisi normal akan lebih lambat dialami dari perkiraan semula usai liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang.

Walaupun semua fasilitas manufaktur iPhone di China telah dibuka kembali, tetapi Apple mengatakan masih menduga akan kekurangan pasokan ponsel secara global.


Ini adalah kedua kalinya dalam 13 bulan terakhir bahwa Apple harus memangkas targetnya karena kekhawatiran di China. Pada Januari 2019, Apple terpaksa memangkas target pendapatan untuk kuartal pertama tahun fiskal 2019 karena penjualan iPhone yang lemah di negara tersebut..

Apple diperkirakan akan mengumumkan model iPhone baru yang lebih murah pada musim semi ini. Tidak jelas apakah penundaan produksi di China akan mempengaruhi peluncuran seri terbaru dari iPhone itu.

Adapun saham Apple ditutup menguat 0,025% di level US$ 324,95/saham, pada penutupan perdagangan Senin malam atau Selasa pagi waktu Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading