Corona Bikin IHSG Ambles, tapi Asing Masih Masuk Rp 1,2 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
13 February 2020 16:55
Corona Bikin IHSG Ambles, tapi Asing Masih Masuk Rp 1,2 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi 0,70% di level 5.871,95 dengan nilai transaksi perdagangan harian mencapai Rp 6,81 triliun pada perdagangan Kamis ini (13/2/2020).

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG sebetulnya mengawali perdagangan keempat di pekan ini, Kamis (13/2/2020), di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,15% ke level 5.921,91. Sayang, per akhir sesi satu IHSG justru membukukan koreksi yang cukup signifikan, 0,67% ke level 5.873,3. Per akhir sesi dua, koreksi IHSG adalah sebesar 0,7% ke level 5.871,95. Koreksi IHSG pada hari ini menandai koreksi selama 6 hari beruntun.


Kabar baiknya, investor asing mampu membukukan beli bersih (net buy) di semua pasar sebesar Rp 49,43 miliar, terdiri dari beli bersih di pasar reguler Rp 152,57 miliar dan net sell atau jual bersih asing di pasar nego dan tunai Rp 103,14 miliar. 

Dalam sepekan terakhir, asing justru masuk Rp 1,04 triliun, terdiri dari pasar reguler Rp 409,57 miliar dan pasar nego dan tunai Rp 634,11 miliar.

Secara tahun berjalan atau year to date, asing masih masuk Rp 1,26 triliun, terdiri dari net sell Rp 1,37 triliun dan net buy di pasar nego dan tunai Ro 2,63 triliun.

Pada Kamis ini, terdapat lima saham yang mencatatkan aksi beli terbesar:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), beli bersih asing Rp 161,39 miliar, saham BMRI naik 0,64% di level Rp 7.850/saham.

2. PT Perusahaan Gas NegaraTbk (PGAS), beli bersih asing Rp 42,54 miliar,sahamPGAS naik 0,67% di level Rp 1.505/saham.

3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, beli bersih asing Rp 41,37 miliar, saham BBNI loncat 1,72% di level Rp 7.400/saham.

4. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), beli bersih asing Rp 39,18 miliar, saham minus 2,63% di level Rp 7.400/saham.

5. PT Astra International Tbk (ASII), beli bersih asing Rp 29,14 miliar, saham turun 0,42% di level 5.950/saham.


IHSG mengalami nasib yang sama dengan bursa saham utama kawasan Asia. Walaupun dibuka menguat, bursa saham utama kawasan Asia kemudian meluncur turun ke zona merah: indeks Nikkei turun 0,14%, indeks Shanghai melemah 0,71%, indeks Hang Seng terkoreksi 0,34%, indeks Straits Times jatuh 0,2%, dan indeks Kospi berkurang 0,24%.


Pada pagi hari, bursa saham Benua Kuning sempat sukses mengekor jejak Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan kemarin, Rabu (12/2/2020).

Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones naik 0,94%, indeks S&P 500 menguat 0,65%, dan indeks Nasdaq Composite terapresiasi 0,9%. Ketiga indeks saham acuan di AS tersebut ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Rilis data ekonomi yang menggembirakan masih menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham AS.

Menjelang akhir pekan kemarin, penciptaan lapangan kerja periode Januari 2020 (di luar sektor pertanian) versi resmi pemerintah AS diumumkan sebanyak 225.000, jauh di atas ekspektasi yang sebanyak 163.000, seperti dilansir dari Forex Factory.

Rilis data ekonomi yang menggembirakan tersebut memberikan harapan bahwa laju perekonomian AS akan membaik di tahun 2020.

Di sisi lain, terus meluasnya infeksi virus Corona menjadi sentimen negatif yang membayangi perdagangan hari ini, hingga akhirnya menyeret bursa saham kawasan regional ke zona merah.

Berpusat di China, kasus infeksi virus Corona juga dilaporkan telah terjadi di negara-negara lain. Melansir publikasi Johns Hopkins, hingga kini setidaknya sebanyak 28 negara telah mengonfirmasi terjadinya infeksi virus Corona di wilayah mereka.

China, Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, AS, Vietnam, Prancis, Jerman, Inggris, Nepal, dan Kanada termasuk ke dalam daftar negara yang sudah melaporkan infeksi virus Corona.

Melansir CNBC International, hingga kemarin sebanyak 1.310 orang di provinsi Hubei telah meninggal akibat infeksi virus Corona, dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 48.000. Untuk keseluruhan China, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 1.367, dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 59.000.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading