Stagnan, Laba Jasa Marga 2019 Cuma Rp 2,2 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
10 February 2020 20:32
Emiten pengelola jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) tercatat membukukan laba bersih Rp 2,2 triliun untuk tahun buku 2019 (unaudited).
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) tercatat membukukan laba bersih Rp 2,2 triliun untuk tahun buku 2019 (unaudited). Perolehan laba bersih Jasa Marga di tahun lalu relatif sama dengan perolehan di tahun 2018 dan 2017 di kisaran Rp 2,2 triliun.

Namun demikian, di pos pendapatan, sepanajang tahun 2019 tercatat meningkat 12,1% menjadi Rp 11,1 triliun dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 9,8 triliun.


"Kenaikannya cukup signifikan 12,1%. Secara aset tahun lalu juga mencapai hampir Rp 100 triliun, yakni Rp 99,4 triliun," kata Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani saat memaparkan kinerja perseroan bersama BUMN Transportasi Darat di Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2020).


Dari pos ekuitas, perusahaan dengan kode saham JSMR ini juga meningkat 17% menjadi Rp 23,3 triliun. Sedangkan, liabilitas tercatat meningkat jadi Rp 76,1 triliun dari tahun lalu Rp 62,2 triliun.

Adapun, rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 3,27 kali. Saat ini, Jasa Marga tercatat mengelola 33 ruas jalan tol dengan total panjang hak konsesi sepanjang 1.527 kilometer.

"Kami memiliki 20 anak perusahaan jalan tol, sementara ruas lama ada di 13 ruang sebagai cabang," kata dia menambahkan.

Sebagai informasi saja, Jasa Marga bakal 13 ruas tol yang dikelola perseroan kepada pemerintah mulai tahun 2044 karena masa konsesi yang telah berakhir.


Beberapa ruas tol yang akan habis masa konsesinya antara lain: Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Jakarta-Tangerang, Tol Dalam Kota, Tol Jagorawi, Jakarta-Cikampek, Palimanan-Kanci, hingga tol dalam kota Semarang. Tidak hanya itu, ada juga ruas tol Cipularang-Bandung-Cileunyi dan Semarang seksi A B C, dan Surabaya-Gempol.

Menurut Coorporate Secertary PT Jasa Marga (Persero) Mohamad Agus Setiawan menyatakan, pemerintah memberikan masa konsesi selama 35-40 tahun. Ketiga belas ruas tersebut akan habis masa konsesinya pada 2044 mendatang sejak diberikan konsesi sebelum tahun 2004.

[Gambas:Video CNBC]




(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading