Corona Bikin Cemas, Ini Antisipasi Holding BUMN Farmasi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
05 February 2020 15:02
Corona Bikin Cemas, Ini Antisipasi Holding BUMN Farmasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China mengonfirmasi kembali perkembangan kasus corona. Hingga Rabu ini (5/2/2020), China melaporkan ada 24.324 penderita corona di negara tersebut.

Sementara itu, Ministry of Health Singapore (MOH) atau Kementerian Kesehatan Singapura menegaskan ada satu warga negara Indonesia (WNI) yang positif terpapar virus corona dan merupakan kasus ke-21.

Sebagaimana dikutip AFP, jumlah kasus baru corona juga sebanyak 3.887. Sementara angka kematian di China mencapai 490 kasus, atau bertambah 65 pasien dari Selasa kemarin.


Di tengah merebaknya virus corona, perusahaan farmasi dalam negeri pun mengantisipasi. Verdi Budidarmo, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk (KAEF), mengatakan pihaknya tidak tinggal diam dengan kasus tersebut.  Lembaga riset juga digandeng untuk bisa mengetahui deteksi dini dari virus corona yang wabahnya berasal dari Wuhan China ini.



"Kita ngobrol dengan lembaga riset, untuk alat deteksi dini. Kita juga sudah melakukan beberapa hal, preventif dan kuratif, BUMN farmasi dalam hal distribusi outlet kita siapkan, banner edukasi apa yang harus dilakukan [agar lebih waspada]," kata Verdi, dalam konferensi pers pembentukan Holding BUMN Farmasi, Rabu (5/2/2020). 

"Kami ada cabang 1.300 dan 3.000 apoteker. Ini bagaimana cara hidup kita, bagaimana menjaga kebersihan. Kita ada warehouse untuk backup pemerintah dan Kemenkes," tegasnya.

Antisipasi ini juga tak hanya dilakukan Kimia Farma, tapi juga Holding BUMN Farmasi yang dipimpin PT Bio Farma (Persero). Satu perusahaan farmasi yang masuk holding adalah PT Indofarma Tbk (INAF).

Sementara itu, per Rabu (5/2/2020), angka negara yang mengonfirmasi penyebaran virus corona sudah mencapai 26 negara. Belgia adalah negara terbaru yang melaporkan adanya warga yang terinfeksi virus.

Meski tak dijelaskan detail, negara itu mengatakan pasien tersebut kembali dari Wuhan bersama delapan orang lainnya. Ia dinyatakan terpapar corona setelah serangkaian tes yang dilakukan kementerian kesehatan setempat.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran pemerintah telah melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mencegah masuknya wabah virus corona dari China.

Berbagai langkah yang tempuh Indonesia antara lain dengan melarang sementara penerbangan langsung Indonesia-China hingga menyetop sementara impor daging hewan.

"Belum ada kepastian mengenai hal tersebut [WNI di Singapura kena corona]," kata Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman saat berbincang dengan media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menegaskan ada satu warga negara Indonesia (WNI) yang positif terpapar virus corona dan merupakan kasus ke-21.

Berdasarkan rilis MOH dalam website resminya, Selasa (4/2/2020) menjelaskan bahwa WNI tersebut adalah wanita berusia 44 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China, tempat di mana virus corona berasal.

"Saat ini, dia sedang berada di ruang isolasi di Singapore General Hospital (SGH)," ungkap rilis tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading