Terseret Jiwasraya, Tahir: Kantor Jiwasraya Aja Saya Gak Tahu

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
31 January 2020 16:39
Dato' Sri Tahir, mengungkapkan dirinya akan datang jika ada pemanggilan dari Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR.

Jakarta, CNBC Indonesia - Bos Mayapada Group yang juga salah satu orang terkaya di negeri ini, Dato' Sri Tahir, mengungkapkan dirinya akan datang jika dipanggil oleh Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR yang menangani kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Saya belum tahu [akan dipanggil], ya [akan datang]" katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat sore (31/1/2020).

Sebelumnya Panja Jiwasraya memang tengah mewacanakan untuk memanggil orang terkaya nomor 7 di Indonesia dengan kekayaan US$ 4,8 miliar (sekitar Rp 65 triliun, asumsi kurs Rp 13.600/US$) versi Forbes itu.

Pemanggilan ini berkaitan dengan hubungan yang dimiliki antara Tahir dengan salah satu tersangka kasus dugaan korupsi ini, yakni Benny Tjokrosaputro atau Bentjok.

Anggota Panja Komisi VI DPR Andre Rosiade mengatakan munculnya nama Tahir dalam kasus ini setelah banyak beredar di media sosial mengenai kedekatannya dengan Benny Tjokro. Untuk itu parlemen berencana untuk meminta konfirmasi langsung kepada pihak terkait.

"Nama beliau [tahir] banyak disebut di sosial media karena indikasi ada hubungan dengan Benny Tjokro. Tentu ini butuh klarifikasi dan informasi yang utuh mengenai rumor. Jadi baru rencana dan akan dibahas di rapat internal panja Jiwasraya," kata Andre kepada CNBC Indonesia, Jumat (31/1/2020).


Dia melanjutkan, belum dipastikan kapan pemanggilan ini akan dilakukan mengingat hal ini baru mengemuka di antara para anggota panja. Keputusan pemanggilan baru akan dilakukan setelah panja membahasnya dalam rapat internal.

Tahir, menegaskan akan datang memenuhi jika memang ada panggilan dari DPR.

"He.he.he.. kantor Jiwasraya di mana aja saya gak tahu," kata Tahir lagi.

Adapun hingga saat ini Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tersangka dan menahan sebanyak lima orang terkait dengan kasus dugaan korupsi di perusahaan asuransi milik negara ini.

Kelimanya yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk. (MYRX) Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat.


Kemudian Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Ketika ditanya apakah kenal dengan Bentjok, Tahir menjelaskan bahwa Benny Tjokro memang nasabah di PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) yang dimilikinya. Tahir mengaku tak punya kedekatan khusus dengan Bentjok, hanya saja dia mengatakan dekat dengan almarhum ayah Benny Tjokro.

"Dia [Bentjok] nasabah kita [Mayapada]. Tidak ada klarifikasi ya. Jadi dia nasabah bank kita ya," tegas Tahir, saat dihubungi.

Tahir mengatakan, dia dan Bentjok punya selisih umur yang cukup jauh dan tidak ada hubungan bisnis.

"Saya dekat sama almarhum ayahnya. Kalau saya sama dia [Bentjok] beda generasi. Dia anak muda, saya sudah tua."

"Saya kenal orang tuanya, iya. Ya tapi bukan teman main, beda 20 tahun lebih hampir 25 tahun," katanya.





[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading