Kebal Isu Virus Corona, Rupiah Terbukti 'Kesayangan' Pasar

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 January 2020 17:17
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah kembali menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/1/2020), melanjutkan penguatan Rabu kemarin. Penguatan rupiah bahkan terjadi saat mayoritas mata uang utama Asia melemah, rupiah sekali lagi membuktikan "kebal" terhadap isu virus Corona yang membuat mata uang lainnya berguguran.

Begitu perdagangan hari ini dibuka, rupiah langsung menguat 0,04% ke Rp 13.635/US$. Setelahnya apresiasi rupiah semakin besar hingga 0,29% ke Rp 13.600/US$.

Level tersebut menjadi yang terkuat rupiah hari ini, setelahnya penguatan rupiah terpangkas hingga mengakhiri perdagangan di level Rp 13.625/US$, menguat 0,11% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Rupiah terus memperkokoh posisinya di level terkuat sejak Februari 2018. 


Dengan penguatan tersebut, rupiah menjadi mata uang terbaik kedua di Asia hari ini, hanya kalah dari yen yang menguat 0,28% hingga pukul 16:10 WIB.



Yen merupakan mata uang yang menyandang status aset aman (safe haven) sehingga wajar jika menguat saat terjadi gejolak di pasar finansial. Pada hari ini, penyebaran virus Corona membuat bursa saham Asia merosot, sehingga yen daya tarik yen meningkat dan harganya menguat.

Selain rupiah dan yen, semua mata uang Asia melemah melawan dolar AS pada hari ini. Berikut pergerakan the greenback melawan mata uang utama Benua Kuning.

Virus Corona Bikin Sentimen Memburuk, Rupiah Jadi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading