Sosok Dony Oskaria, Wadirut Garuda yang Sempat Jadi Komisaris

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
23 January 2020 10:39
Sosok Dony Oskaria, Wadirut Garuda yang Sempat Jadi Komisaris
Jakarta, CNBC Indonesia - Masih ingat skandal laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang ramai di publik pada April 2019? Ya, ketika itu nama Dony Oskaria muncul ke permukaan bersama Chairal Tanjung karena keduanya sebagai komisaris Garuda menolak menandatangani laporan keuangan 2018 itu.

Alasannya, laporan keuangan itu dinilai janggal karena terdapat beberapa pos keuangan yang pencatatannya tak sesuai standar akuntansi yang membuat kinerja Garuda Indonesia untung pada 2018, padahal seharusnya merugi.

Pada 24 April 2019, ketika Garuda Menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham Garuda yakni Kementerian BUMN (era Rini Soemarno) memberhentikan dengan hormat Dony Oskaria dan Chairal Tanjung (dan mengangkat Chairal lagi sebagai komisaris).



RUPSLB saat itu juga memberhentikan Agus Santoso sebagai Komisaris Utama/ Komisaris Independen, serta Muzaffar Ismail dan Luky Alfirman sebagai komisaris.

Nah, pada RUPSLB Rabu kemarin (22/1/2020), Dony Oskario diangkat oleh pemegang saham (Kementerian BUMN era Erick Thohir) sebagai Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, mendampingi Dirut Irfan Setiaputra.

Dalam RUPSLB tersebut, disahkan susunan pengurus perusahaan yang baru.

Deretan komisaris perusahaan yang baru yakni:
  1. Komisaris Utama: Triawan Munaf
  2. Wakil Komisaris Utama: Chairal Tanjung
  3. Komisaris Independen : Yenny Wahid
  4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan
  5. Komisaris : Peter Gontha


Sementara deretan direksi yakni:
  1. Direktur Utama : Irfan Setiaputra
  2. Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria
  3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Fuad Rizal
  4. Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea
  5. Direktur Human Capital : AryaperwiraAdileksana
  6. Direktur Teknik : Rahmat Hanafi
  7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT : Ade R. Susardi
  8. Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi

Menarik ketika nama Dony Oskaria masuk lagi dalam pengurus Garuda.

Dalam skandal memoles laporan keuangan 2018 itu, baik Dony dan Chairal menolak meneken lapkeu 2018 itu. Keduanya mewakili PT Trans Airways, pemegang saham Garuda Indonesia dengan kepemilikan sebesar 25,61%.

Skandal pun terkuak bahwa ada upaya memoles laporan keuangan yang membuat.


Akhir tahun 2018, Garuda disebutkan membukukan laba bersih senilai US$ 809.846 pada 2018, setara Rp 11,49 miliar (kurs Rp 14.200/US$). Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi yang sama di tahun sebelumnya yang rugi sebesar US$ 216.582.416.

Berdasarkan laporan keuangannya, kinerja 2018 itu ternyata diselamatkan oleh 'pendapatan kompensasi atas hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten' pada 2018 senilai US$ 239,94 juta (sekitar Rp2,9 triliun), yang sebelumnya belum dibukukan sepanjang 2017. 
Pendapatan ini dikantongi dari PT Mahata Aero Teknologi.

Inilah awal mula skandal ramai di publik. Dan, akhirnya terbukti, Garuda bersalah. OJK meminta 
Garuda memperbaiki dan menyajikan kembali (restatement) lapkeu 2018 dan mengenakan Sanksi Administratif Berupa Denda sebesar Rp 100 juta kepada Garuda.

Sanksi lain yakni denda masing-masing sebesar Rp 100 juta kepada seluruh anggota direksi Garuda, enda sebesar Rp 100 juta secara tanggung renteng kepada seluruh anggota direksi dan dewan Komisaris Garuda Indonesia yang menandatangani lapkeu, dan pembekuan Surat Tanda Terdaftar (STTD) selama satu tahun kepada Kasner Sirumapea (Rekan pada KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan (Member of BDO International Limited), dengan STTD Nomor: 335/PM/STTD-AP/2003 tanggal 27 Juni 2003.

Lantas bagaimana sepak terjang Dony?

Pria kelahiran Tanjung Alam, Sumatra Barat tahun 1969 ini dikenal sebagai profesional yang telah meniti banyak karier bisnis di Tanah Air, salah satunya di CT Corp.

Sebelumnya dia dipercaya menjadi komisaris Garuda sejak 2014. Pada Januari 2016, dia diminta Presiden Jokowi menjadi anggota Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) sebagai Ketua Kelompok Kerja, bagi industri pariwisata dengan tanggung jawab mengembangkan industri pariwisata di Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading