Skandal Jiwasraya

Ini Bocoran Sri Mulyani soal Lembaga Penjaminan Polis

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 January 2020 10:22
Lembaga penjaminan polis asuransi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Jika di pasar modal dan perbankan ada lembaga penjaminan untuk dana nasabah, bagaimana dengan industri jasa keuangan non-bank dalam hal ini asuransi?

Di tengah dua kasus perusahaan asuransi yang mencuat di Tanah Air, yakni PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan AJB Bumiputera 1912, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan lembaga penjaminan polis sebetulnya menjadi amanat dari UU Nomor 40 tahun 2014 tentang Perasuransian.

"Untuk lembaga penjamin polis berdasarkan amanat UU 40, kami susun tentu melalui dan menggunakan rambu-rambu yang bertujuan untuk menciptakan kepercayaan terhadap lembaga asuransi namun bisa mencegah moral hazard," kata Sri Mulyani usai pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (22/1/2020).


Dihantui Skandal Jiwasraya, Sri Mulyani Beberkan Kondisi RIFoto: Konferensi pers KSSK di Aula Djuanda, Kementerian Keuangan. Turut hadir Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua DK OJK, dan Ketua DK LPS. (CNBC Indonesia/Lidya Kembaren)


Kementerian Keuangan akan mempelajari skema yang ada di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjaminkan dana nasabah perbankan, sehingga tim Kementerian Keuangan bisa menggodok aturan soal penjaminan polis tersebut.


"[Kami] akan belajar dari LPS karena ini adalah untuk perbankan, sedangkan lembaga penjaminan polis untuk asuransi jadi tim kami di Kemenkeu dalama proses untuk menggodok dan mengumpukkan berbagai hal, menjalankan amanat UU 40 2014 mengenai perasuransian," kata Ketua KSSK ini.

Di perbankan, lembaga penjaminan nasabah yakni LPS, sementara di pasar modal yakni Dana Perlindungan Pemodal oleh Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF).

Dalam Pasal 53 Ayat 1-2 UU Perasuransian disebutkan, perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi syariah wajib menjadi peserta program penjaminan polis dan penyelenggaraan program penjaminan polis akan diatur dengan UU.


Lebih lanjut Menkeu menjelaskan kondisi stabilitas sistem keuangan terbaru. Sri Mulyani mengungkapkan stabilitas sistem keuangan pada triwulan IV-2019 kemarin tetap terkendali.

"Di tengah ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global yang turun serta sorotan masyarakat terhadap permasalahan pada beberapa lembaga jasa keuangan di Indonesia," kata Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading