Ramalan IMF Soal Ekonomi Dunia Bikin Harga Minyak Drop

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
21 January 2020 11:04
Ramalan IMF Soal Ekonomi Dunia Bikin Harga Minyak Drop
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada perdagangan hari ini, harga minyak tergelincir setelah ditutup menguat kemarin. Ramalan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang perlambatan ekonomi global masih membayangi 2020 membuat harga minyak mentah turun.

Selasa (21/1/2020) harga minyak mentah kontrak mengalami koreksi. Brent terkoreksi 0,44% menjadi US$ 64,91/barel sementara minyak acuan AS yaitu WTI turun lebih dalam yaitu 0,6% ke level US$ 58,41/barel.

Kemarin harga minyak mentah mengalami kenaikan seiring merebaknya kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak akibat ketegangan yang terjadi di Libya. Saat ini Libya memang terpecah menjadi dua yaitu kubu pemerintahan (GNA) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al Saraj dan kubu militer (LNA) pimpinan Jenderal Khalifa Haftar.

Sejak April tahun lalu gesekan intens terjadi di antara keduanya. LNA terus menerus melancarkan serangan ke Tripoli dengan maksud untuk mengepung dan menguasai ibu kota. LNA sendiri saat ini menguasai sebagian besar wilayah timur Libya.


Puncaknya adalah kemarin ketika ladang minyak Libya ditutup oleh kelompok LNA. Ladang minyak utama bagian barat daya milik Libya tersebut adalah ladang El Sahara dan El Feel.

Akibatnya produksi minyak Libya terancam menjadi 72.000 barel per hari (bpd) saja. Padahal sebelumnya produksi minyak Libya dapat mencapai 1,5 juta bpd. Hal ini menyebabkan harga minyak naik pada perdagangan kemarin.

Namun menurut kepala asosiasi industri perminyakan Jepang, gangguan yang terjadi pada pasokan tersebut dapat diimbangi dengan peningkatan produksi yang dapat dilakukan oleh organisasi negara pengekspor minyak (OPEC).

Faktor lain yang jadi pemberat harga minyak hari ini adalah outlook perekonomian global yang masih suram. Hal tersebut disampaikan oleh Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Davos dalam pertemuan World Economic Forum (WEF) kemarin.

Georgieva menyorot pertumbuhan ekonomi global masih akan dibayangi dengan perlambatan. Untuk 2020 dan 2021, IMF kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Untuk tahun ini IMF meramal pertumbuhan ekonomi berada di angka 3,3% lebih rendah dari angka Oktober tahun lalu yang berada di angka 3,4%.

Sementara untuk tahun 2020 IMF memangkas ramalan pertumbuhan ekonomi globalnya menjadi 3,4% dari sebelumnya 3,6%. Hal ini disebabkan karena India dan sebagian negara berkembang lain mengalami perlambatan ekonomi lebih tajam dari yang diperkirakan.

Selain itu IMF juga menilai kesepakatan dagang AS dan China yang diteken pada 15 Januari lalu tak berdampak signifikan karena tak menyasar masalah utama yang selama ini terjadi. 

"Kita masih belum mencapai titik baliknya" kata Kristalina Georgieva, Managing Director IMF di WEF. "Kenyataannya adalah kita masih menyaksikan pertumbuhan ekonomi masih melambat" tambahnya.

Ketika ekonomi global diramal masih akan melambat, maka berpotensi akan membuat permintaan minyak pun melambat. Inilah yang cukup dikhawatirkan oleh pasar dan membuat harga terkoreksi.




TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading