Bangkitnya Ekonomi Global Jadi Harapan Semu, Yen Bersinar nih

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
21 January 2020 10:37
Bangkitnya Ekonomi Global Jadi Harapan Semu, Yen Bersinar nih
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar yen Jepang menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (21/1/2020) pagi, meski masih berada di dekat level terlemah dalam delapan bulan terakhir.

Pada pukul 9:35 WIB, yen diperdagangkan di level 109,94/US$, menguat 0,22% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Fokus pada hari ini tertuju pada pengumuman kebijakan moneter bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ). Pada tahun 2019, saat bank sentral utama dunia ramai-ramai melonggarkan kebijakan moneter, BoJ bergeming. Di tahun ini bank sentral pimpinan Haruhiko Kuroda tersebut sepertinya akan masih mengambil sikap yang sama.




Hasil survei Bloomberg menunjukkan BoJ diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan -0,1% dan program pembelian aset sebesar 80 triliun yen dalam setahun.

BoJ juga diprediksi menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk pertama kalinya dalam satu tahun terakhir. Hal tersebut bisa menjadi tenaga bagi yen untuk menguat melawan dolar AS di pekan ini.



Sebelum pengumuman oleh BoJ, yen sudah berada di zona hijau, sebabnya Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) yang kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tahun ini. 

Penurunan proyeksi tersebut terjadi setelah adanya kesepakatan dagang fase I antara AS dengan China. Itu artinya IMF melihat kesepakatan tersebut belum cukup untuk memacu perekonomian global di tahun ini. Bangkitnya pertumbuhan ekonomi global di tahun ini menjadi harapan semu.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,3% turun dibandingkan proyeksi yang diberikan bulan Oktober lalu sebesar 3,4%.


Lembaga ini menyebut, revisi ke bawah sebagian besar disebabkan oleh lebih rendahnya pertumbuhan di negara-negara berkembang, sementara negara-negara maju pertumbuhan ekonominya diprediksi stabil atau tidak jauh dari level saat ini. 

"Pemulihan yang diproyeksikan (akan terjadi) dalam pertumbuhan global masih belum pasti. Itu terus bergantung pada pemulihan di negara-negara emerging markets yang tertekan dan berkinerja buruk, karena pertumbuhan di negara maju stabil di dekat level saat ini," kata kepala ekonom IMF Gita Gopinath dalam sebuah pernyataan tertulis, Selasa (21/1/2020)

Namun demikian, IMF menyebut bahwa beberapa ketidakpastian ekonomi terbesar, yang menjadi momok pada bulan Oktober, telah menghilang.

"Beberapa risiko sebagian telah surut akibat pengumuman kesepakatan perdagangan Fase I Amerika Serikat (AS)-China dan lebih rendahnya kemungkinan akan terjadinya Brexit yang tanpa kesepakatan (no-deal Brexit)," kata Gopinath.

Proyeksi dari IMF tersebut membuat bursa saham Asia berguguran, dampaknya yen yang menyandang status aset aman (safe haven) mendapat tenaga untuk menguat.


TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]




(pap/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading