Erick Sebut Banyak Ancaman Sejak Ada Kasus Jiwasraya & Asabri

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
19 January 2020 16:05
Erick Sebut Banyak Ancaman Sejak Ada Kasus Jiwasraya & Asabri
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku kerap dapat ancaman. Hal itu berkaitan dengan berbagai gebrakan yang dilakukan di Kementerian BUMN.

Eskalasi ancaman seiring kasus dugaan korupsi diĀ PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero). Hal tersebut diceritakan Erick saat menjadi pembicara di Indonesia Millenial Summit 2020 di The Tribrata Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).

"[Ancaman] makanan sehari-hari. Apalagi sejak ada Jiwasraya dan Asabri," kata Erick saat menjadi pembicara.


Namun, cerita Erick, dalam bekerja, dirinya berusaha untuk mengerjakan dengan tulus dan sepenuh hati. Begitu pun ketika dirinya mendapat ancaman. Erick juga akan berusaha untuk tetap 'stay cool' dan bekerja yang terbaik.

Ia tidak mau memerinci ancaman seperti apa yang datang menghampiri. Tapi yang jelas, dirinya berupaya untuk bekerja yang terbaik.

"Tapi kita lillahita'ala kerja yang terbaik saja," katanya.

Erick menegaskan, tugas yang dia emban harus dilaksanakan dari hati. Dengan begitu, meski terkadang terasa sebagai beban, namun tanggung jawab yang harus dikerjakan tak boleh terbengkalai.

"[Kalau ditanya] lebih enak jadi pengusaha swasta ataumenteri, kalau sudah dikasih kesempatan, itu targetnya objektif dan hati," bebernya.

Untuk diketahui, Kejaksaan Agung bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang mengusut dugaan kerugiaan negara yang dilakukan oleh Jiwasraya dan Asabri.

Babak baru kasus Jiwasraya terus berlanjut. Setelah lima orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung atas dugaan korupsi Jiwasraya, pemeriksaan terhadap saksi-saksi teruatama dari perusahaan aset manajemen atau manajer investasi terus dilakukan.



Sementara untuk Asabri, BPK memutuskan melakukan pemeriksaan investigatif atas Asabri yang memiliki indikasi permasalahan dalam pengelolaannya. Hal tersebut disampaikan oleh BPK melalui siaran pers yang disampaikan hari ini.

"Perlu disampaikan bahwa hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan investigatif Asabri dari BPK. Pernyataan resmi tentang pemeriksaan terkait Asabri akan dinyatakan oleh ketua dan/atau wakil ketua BPK," tulis Biro Humas dan Kerja Sama Internasional.

Sementara itu, pekan ini Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja membantah pemberitaan telah terjadi dugaan korupsi di perusahaan pelat merah itu. Tidak main-main, Asabri akan menempuh jalur hukum bila ada berita soal Asabri yang tendensius dan negatif.

"Saya ingin klarifikasi terhadap pemberitaan media. Kepada seluruh peserta Asabri, TNI, Polri dan ASN Kementerian Pertahanan Polri, saya tegaskan saya menjamin bahwa uang kalian yang dikelola di Asabri aman. Tidak hilang dan tidak dikorupsi," ujar Sonny dalam konferensi pers yang berlangsung singkat Kamis (16/1/2020).

Dia mengimbau agar tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan berita-berita Asabri yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading