Alasan BUMN Desak Bentjok & Heru Hidayat Bayar Utang Asabri

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
14 January 2020 10:45
Alasan BUMN Desak Bentjok & Heru Hidayat Bayar Utang Asabri
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementeria Badan Usaha Milik Negara mengungkapkan alasan mendesak Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat menyelesaikan utang-utang kepada PT Asabri (Persero).

"Ini soal likuiditas dari Asabri sendiri. Kita harapkan pengusaha-pengusaha yang punya utang dengan Asabri ini, bisa membayarkan utang-utangnya," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, saat di berbicara melalui telepon dalam acara Squawk Box di CNBC Indonesia, Selasa, (14/1/2020).

Arya menyebutkan nama Benny Tjokrosaputro pemilik perusahaan PT Hanson International Tbk (MYRX) dan Heru Hidayat pemilik Trada Alam Mineral (TRAM) sebagai pihak-pihak yang disebut memiliki utang dengan Asabri.


"Besarannya (nilai utang) sedang kita lihat, lagi kita cek. Jadi para pengusaha yang beruntang dengan Asabri bisa membayar utang lah," tutur Arya.

Arya menyebutkan sudah ada niat dari para pengusaha tersebut untuk membayar utang kepada Asabri. "Dari informasi yang kami terima sudah ada (rencana bayar utang). Mereka akan menyelesaikannya," tandas Arya.

Kasus Asabri mencuat setelah pekan lalu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyoal dugaan kasus korupsi Asabri. Mahfud menduga ada korupsi hingga Rp 10 triliun dari yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI itu.

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya. Di atas Rp 10 triliun itu," kata Mahfud akhir pekan lalu.

"Asabri itu punyanya orang kecil. Itu punyanya prajurit. Polisi, tentara yang pensiun-pensiun yang pangkatnya kecil. Itu kan banyak yang nggak punya rumah, nggak bisa keluar," sambung Mahfud.

Manajemen PT Asabri (Persero) akhirnya buka suara merespons dugaan korupsi Rp 10 triliun yang ramai diberitakan. Manajemen Asabri menjelaskan operasional Asabri dalam kondisi baik dan tidak mengalami gangguan.

"Kegiatan operasional Asabri terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim berjalan dengan normal dan baik. Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya," kata manajemen Asabri dalam siaran pers yang dipublikasikan kemarin.

Namun kabar yang menyebutkan bahwa Asabri terjebak dalam menempatkan saham tidak sepenuhnya ditolak. Meski demikian, Asabri menyebut sudah memiliki langkah-langkah untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapi sekarang.
(hps/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading