'Penyakit' Jiwasraya-Asabri Sama: Terjebak di Saham Lapis 3

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 January 2020 10:27
'Penyakit' Jiwasraya-Asabri Sama: Terjebak di Saham Lapis 3
Jakarta, CNBC Indonesia - Persoalan yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) ditengarai karena dibekap sumber 'penyakit' yang sama yakni terjebak pada saham-saham lapis ketiga yang memiliki fundamental yang kurang baik, ditambah dengan pemilihan produk reksa dana yang berkinerja negatif.

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan pada dasarnya masalah Asabri sudah terungkap bersamaan dengan skandal Jiwasraya, tetapi gaungnya tertutupi ketika publik lebih menyoroti kasus Jiwasraya dengan gagal bayar polis JS Saving Plan mencapai Rp 12,4 triliun.

"Kita juga ingat OJK pernah kasih surat peringatan ke Asabri pada November 2019, jadi agak janggal, ketika OJK mengatakan bahwa Asabri bukan di bawah pengawasannya, melainkan Kementerian Keuangan, Kementerian Pertahanan, dan BPK," tegas Irvan, dalam dialog Squawk Box di CNBC Indonesia, Selasa (14/1/2020).


Foto: Pengamat Asuransi, Irvan Rahardjo, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, Juru Bicara Menhan, Dahnil Simanjuntak

Dia mengungkapkan persoalan keduanya sama, sama-sama terjebak pada saham tier 3, dan reksa dana berkinerja buruk.

"Mereka bermain di saham-saham tier tiga, lapis tiga, tidak berkinerja baik dan reksa dana berkinerja sangat buruk. Pelaku pasar sahamnya sama, modusnya sama," tegas mantan Komisaris Independen AJB Bumiputera ini.


"Hanya bedanya, Asabri masih punya cash flow Rp 1 triliun tiap bulan, karena Asabri asuransi sosial bagi anggota TNI/Polri, Kemenhan, sementara berbeda Jiwasraya itu B2B, asuransi komersial. Asabri 
masih punya guanranted cash flow tiap bulan mereka terima dari APBN Rp 1 triliun," jelasnya.

Sebab itu, dia mengatakan penanganan masalah keduanya pun tak jauh berbeda lantaran problemnya sama yakni tata kelola (governance), manajemen risiko (risk management), dan kepatuhan (compliance).

'Penyakit' Jiwasraya-Asabri Sama: Terjebak di Saham Lapis 3Foto: Konferensi pers BPK dan Kejagung terkait kasus Jiwasraya (CNBC Indonesia/Cantika Adinda Putri)

"Tiga hal ini absen, keduanya punya problem ini, bedanya Asabri masih ada dana dari APBN, sementara Jiwasraya harus melakukan upaya sendiri untuk menambal liability gap."

Terkait dengan Jiwasraya, dia mengatakan pengawasan OJK terhadap asuransi komersial tersebut cenderung lemah.

"Pengawasan di sini lemah, OJK sangat highly regulated namun sangat lemah dalam low enforcement, nampak pada Jiwasraya yang oleh BPK dilakukan audit PDTT [Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu] pada 2016, namun masalah ini muncul 2019 juga tak ada langkah apapun."


Sebelumnya, manajemen Asabri juga buka suara merespons dugaan korupsi Rp 10 triliun yang ramai diberitakan. Manajemen Asabri menjelaskan operasional Asabri dalam kondisi baik dan tidak mengalami gangguan.

"Kegiatan operasional Asabri terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim berjalan dengan normal dan baik. Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya," kata manajemen Asabri dalam siaran pers yang dipublikasikan kemarin.

Namun kabar yang menyebutkan bahwa Asabri terjebak dalam menempatkan saham tidak sepenuhnya ditolak. Meski demikian, Asabri menyebut sudah memiliki langkah-langkah untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapi sekarang.

Seperti diketahui, nilai investasi Asabri di 12 perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2019 berpotensi turun hingga mencapai Rp 7,47 triliun (80,23%) yaitu menjadi Rp 1,84 triliun dari awal penghitungan Rp 9,31 triliun.

"Sehubungan dengan kondisi pasar modal di Indonesia, terdapat beberapa penurunan nilai investasi ASABRI yang sifatnya sementara. Namun demikian, Manajemen ASABRI memiliki mitigasi untuk me-recovery penurunan tersebut," jelas rilis tersebut.

"Dalam melakukan penempatan investasi, ASABRI senantiasa mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi," lanjut manajemen Asabri.



[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading