Investasi Ambles di 12 Saham, Berapa Potensi Kerugian Asabri?

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
10 January 2020 17:38
Investasi Ambles di 12 Saham, Berapa Potensi Kerugian Asabri?

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai investasi PT Asabri (Persero) turun di 12 perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2019 berpotensi turun Rp 7,46 triliun (73,14%) yaitu menjadi Rp 2,13 triliun dari awal penghitungan Rp 10,2 triliun.

Hitungan itu berasal dari kompilasi data kepemilikan saham dari 15 perusahaan yang sahamnya sempat dimiliki perusahaan BUMN pengelola asuransi TNI dan pensiunan militer tersebut pada periode Desember 2018 hingga September 2019.

Dengan demikian, bila memakai asumsi kepemilikan sahamnya tidak berubah hingga akhir tahun 2019, maka dapat terlihat penurunan tersebut.


Ke-12 perusahaan yang sempat dimiliki Asabri adalah PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB), PT Hanson International Tbk (MYRX), PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR), dan PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE).


Perusahaan lain adalah PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU), dan PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON).

Foto: Portofolio Asabri 2019/BEI



Foto: Portofolio Asabri 2019/BEI


Saham PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) sempat dimiliki Asabri hingga akhir 2018, tetapi tidak terlihat lagi jejaknya pada akhir September 2019. Dua saham lain yaitu PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) sebaliknya, tadinya tidak dimiliki di akhir 2018 sehingga baru dimiliki pada akhir September 2019.


Karena itu, hitungan dari tiga saham terakhir, yaitu POOL, POLA, dan PPRO tidak dihitung dalam potensi penurunan portofolio saham Asabri tersebut.

Dari sisi harga saham, tercatat adanya rerata penurunan yang lebih dari separuhnya, tepatnya 62,24% dengan penurunan tertinggi pada POOL sebesar 96,93% dan FIRE 95,79%. Penurunan terkecil terjadi pada saham HRTA 34,64% dan ICON 30,61%, sedangkan yang flat ada di saham BBYB dan SDMU. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]



(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading