Skandal Bikin Garuda Ditinggal Penumpang? Ini Kata Luhut

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti & Ferry Sandi, CNBC Indonesia
12 December 2019 20:28
Demikian dikatakan Luhut di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
Jakarta, CNBC IndonesiaMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan merespons sederet isu negatif yang mengguncang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk beberapa waktu belakangan.

Menurut dia, semua tergantung kepada manajemen baru di bawah kepemimpinan pelaksana tugas direktur utama Fuad Rizal.

"Garuda kan institusi yang bagus," kata Luhut di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (12/12/2019).


Ia pun meyakinkan Garuda tidak akan ditinggal penumpang lantaran sederet isu negatif tersebut.

"Nggak juga. Emang mau naik apa dia? Mau naik burung gagak apa?," ujar Luhut.
Manajemen Garuda Indonesia belakangan terguncang usai skandal penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang terungkap beberapa waktu lalu. Kejadian itu membuat Kementerian BUMN mencopot lima anggota dewan direksi, termasuk direktur utama Ari Ashkara.

Terpisah, Sekretariat Bersama yang terdiri dari sejumlah elemen karyawan Garuda Indonesia, menegaskan semua awak kabin akan terus bekerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pernyataan itu sekaligus menanggapi kehebohan eksploitasi pramugari di lingkungan Garuda Indonesia.

"Apa yang muncul tidak sesuai SOP. Makanya kami tidak berani berkomentar. Saya kira itu perlu dibuktikan," kata Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia Tommy Tampati di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Menurut dia, Garuda Indonesia memiliki ruang untuk pelaporan internal dan eksternal, demi menjaga keamanan dan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Tommy pun menegaskan sejak kejadian lalu, operasional Garuda Indonesia tetap berjalan dengan baik.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading