Harga Jual Batu Bara DMO Diminta Kaji Lagi, Kemurahan?

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
12 December 2019 09:19
Harga jual DMO diminta dikaji lagi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia meminta agar pemerintah kembali mengkaji harga jual batu bara domestik atau Domestic Market Obligation (DMO). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempertahankan harga DMO untuk kebutuhan kelistrikan sebesar US$ 70 per metrik ton.

Kebijakan ini baginya tidak adil bagi pengusaha. Pasalnya jika harga di pasaran lebih rendah dari US$ 70 per metrik ton, maka harga yang digunakan adalah Harga Batu bara Acuan (HBA).

"Adil bagi pengguna atau masyarakat tapi bagi pengusaha sih tidak fair. Saya kira sih ini harga dikembalikan ke pasar, baru diatur mekanisme yang tepat," ungkapnya, Rabu, (11/12/2019).


Foto: Perang Dagang Terus Berlangsung, Harga Batubara Ikut Turun (CNBC Indonesia TV)

Dia menyayangkan hal ini karena jika harga tinggi pengusaha hanya bisa menjual dengan harga US$ 70 per metrik ton. Sementara jika harga murah disesuaikan dengan pasar.

"Harga tinggi rugi, harga rendah lebih rugi lagi. Ini kan akhirnya ketidakadilan yang dikeluarkan tadi. Dari sisi pelaku usaha juga dirugikan," imbuhnya.


Hendra meminta harga DMO sesuai harga pasar dikembalikan tahun depan, meski akan berdampak baik dan buruk.

Pihaknya meminta pemerintah agar lebih memperhatikan pengusaha batu bara. "Ya enggak ada kebijakan yang menyenangkan, cuma kan itung-itung sudah dua tahun kami tanda kutip dikorbankan buat ini, jadi saatnya pemerintah juga memperhatikan kelangsungan batu bara," pintanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menerangkan DMO batu bara saat ini masih dievaluasi. Namun yang pasti DMO batu bara 2019 sebesar 25% masih tetap.

"Harga lagi dievaluasi, ya ini [US$ 70] lagi dibahas supaya keputusannya balance dengan siapa pun. Masih di level evaluasi enggak bisa nyebutin," paparnya.
Sebagai informasi HBA bulan Desember 2019 tercatat US$ 66,3 per ton naik tipis 0,045% dari bulan November senilai US$ 66,27 per ton.

Apa kata pengusaha soal kepastian PKP2B?

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading