Ada Lho BUMN Pembiayaan Kapal, tapi Bisnis Utama Malah Hotel

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 December 2019 10:48
Bukan karena kinerja perusahaannya yang mumpuni, melainkan banyak yang tak tahu keberadaan perusahaan ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu lalu nama perusahaan yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PANN (Persero) ramai diperbincangkan. Bukan karena kinerja perusahaannya yang mumpuni, melainkan banyak yang tak tahu keberadaan perusahaan ini.

Kisahnya bermula dari Rapat Kerja Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Komisi XI DPR RI pada Senin ini (2/12/2019). Salah satu anggota parlemen komisi XI menanyakan apa itu PANN dan bahkan menteri keuangan Sri Mulyani juga mengaku baru mendengar nama perusahaan tersebut.

PANN sebenarnya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembiayaan pembelian kapal.

Mengacu situs resminya, perusahaan ini didirikan pada 6 Mei 1974 dan bergerak di bidang pengembangan armada niaga nasional.


Berdirinya PANN juga menjadi amanat dari Rencana Pembangunan Lima Tahun atau Repelita II. Dokumen Repelita II tersebut menyatakan agar pemerintah membentuk suatu badan yang bertugas di bidang pembiayaan dan pengembangan armada niaga nasional.

PANN kemudian memantapkan strateginya dengan membentuk crosssektoral holdingdan spin-offsektor usaha strategis yakni usaha pembiayaan kapal, shipping, shipyard, manajemen perkapalan, pialang asuransi kapal sehingga PANN (berdiri menjadi perusahaan holding.

Pada 8 Agustus 2012, PANN mendirikan anak usaha PT PANN Pembiayaan Maritim yang kemudian dilakukan pemisahan bisnis atau spin off pada 19 Februari 2013. Dengan demikian, kegiatan bisnis inti perseroan dialihkan kepada anak usaha, sedangkan PANN ditetapkan sebagai induk perusahaan (holding company).

Namun sayangnya kinerja PANN ini masih belum terlihat. Bahkan perusahaan ini justru menjalankan usaha di luar core business-nya.

Menteri BUMN Erick Thohir menyorot perusahaan ini memiliki usaha perhotelan yang jelas-jelas tak sesuai dengan bisnis intinya.

"Gimana perusahaan leasing kapal ini bisa hidup kalau sejarahnya ada leasing pesawat terbang, apalagi mohon maaf tiba-tiba ada bisnis hotel. Tentu di dalam BUMN-nya kita akan juga bikin yang namanya kembali ke core business. Saya rasa berat sekali. Saya tidak salahkan direksi PT PANN ketika beliau (direksi) masuk awal memang sudah ada core business yang sangat tidak fokus," ujarnya di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2019).

"Bayangkan seperti PT PANN, bahwa direksinya baru tapi ada problem dari tahun 1994 ketika me-leasing pesawat terbang yang jumlahnya sepuluh," urainya.

Dalam hal ini, Erick mengaku tidak fair jika menyalahkan direksi yang terhitung baru menjabat. Tetapi persoalannya adalah hal seperti ini menjadi bagian dari persoalan BUMN.

"Inilah bagian dari BUMN yang terlalu banyak dan tidak kembali ke core business, padahal PT PANN itu didirikan untuk leasing kapal laut, bukan kapal udara," bebernya.

Menurut penelusuran tim riset CNBC Indonesia, PANN memang menjalan bisnis hotel di bawah naungan anak usahanya PT Aria Molucca Pratama sejak 2017. Hotel yang dikelola adalah Garden Permata Hotel Bandung

PANN memang sempat mengelola dua proyek, yakni jetisasi pesawat dengan Jerman dan pemberdayaan kapal ikan dengan Spanyol. Sayang, dua proyek tersebut tidak terselesaikan dan berhenti di tengah jalan.

Kondisi ini membuat PANN terlilit utang sebesar Rp 3,5 triliun, dan rencananya pemerintah akan menggelontorkan PMN sebesar Rp 3,7 triliun.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading