Dibuka Melemah, IHSG Langsung Balik Arah ke Zona Hijau

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
10 December 2019 09:27
Pada pukul 09:20 WIB, IHSG mencetak apresiasi sebesar 0,1% ke level 6.199,94.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan kedua di pekan ini, Selasa (10/12/2019), di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG melemah 0,11% ke level 6.186,75. Namun, dengan cepat IHSG bisa membalikkan keadaan dengan merangsek ke zona hijau. Pada pukul 09:20 WIB, IHSG mencetak apresiasi sebesar 0,1% ke level 6.199,94.

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru sedang melaju di zona merah. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei terkoreksi 0,18%, indeks Shanghai melemah 0,29%, indeks Hang Seng jatuh 0,25%, dan indeks Straits TImes terpangkas 0,08%.


Perkembangan terkait perang dagang AS-China yang positif tak lagi mampu mengerek kinerja bursa saham Benua Kuning.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa sesuatu bisa terjadi terkait dengan bea masuk tambahan yang dibebankan Washington terhadap produk impor asal China. Seperti yang diketahui, penghapusan bea masuk tambahan merupakan syarat dari China jika AS ingin meneken kesepakatan dagang tahap satu.

Sejauh ini AS telah mengenakan bea masuk tambahan bagi senilai lebih dari US$ 500 miliar produk impor asal China, sementara Beijing membalas dengan mengenakan bea masuk tambahan bagi produk impor asal AS senilai kurang lebih US$ 110 miliar.

Di sisi lain, China juga melunak terhadap AS. Kementerian Keuangan China mengumumkan bahwa Beijing akan menghapuskan bea masuk bagi sebagian kedelai dan daging babi yang diimpor dari AS, seperti dikutip dari CNBC International.

Sebelumnya pada Juli 2018, China membebankan bea masuk sebesar 25% terhadap kedelai dan daging babi asal AS sebagai balasan dari langkah AS yang membebankan bea masuk tambahan terhadap produk-produk asal Negeri Panda. Kala itu, AS membebankan bea masuk tambahan dengan dasar bahwa China telah mencuri dan memaksa perusahaan-perusahaan asal AS untuk mentransfer kekayaan intelektual yang dimilikinya ke perusahaan-perusahaan asal China.

Aksi ambil untung tampak menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Asia. Maklum, dalam dalam beberapa waktu terakhir bursa saham Asia sudah mencetak apresiasi. Indeks Shanghai misalnya, selalu menutup hari di zona hijau dalam tiga perdagangan sebelum hari ini. Hal serupa juga bisa didapati pada indeks Nikkei.

Lebih lanjut, rilis data ekonomi China yang mengecewakan ikut berkontribusi dalam menekan kinerja bursa saham Benua Kuning. Pada akhir pekan kemarin, ekspor China periode November 2019 diumumkan jatuh 1,1% secara tahunan.

Padahal, konsensus memperkirakan ada pertumbuhan sebesar 1%, seperti dilansir dari Trading Economics. Kontraksi pada ekspor China tersebut merupakan yang keempat secara beruntun.
Keyakinan Konsumen Membuncah, Saham Konsumer Bantu Dongkrak IHSG
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading