Erick Sebut KRAS Punya 60 Anak Usaha, Apa Benar Begitu Pak?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
03 December 2019 12:35
Erick Sebut KRAS Punya 60 Anak Usaha, Apa Benar Begitu Pak?

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir kebingungan setelah mengetahui ada beberapa perusahaan pelat merah yang tidak memiliki bisnis inti (core business) di bidang perhotelan tetapi kini mengelola hotel lewat anak usahanya.

Sebab itu, Erick menegaskan akan mengembalikan perusahaan BUMN pada bisnis intinya lantaran beberapa BUMN diketahui terlalu jauh mengembangkan bisnis mereka di luar bisnis inti melalui anak usaha dan tidak fokus pada keuntungan.


Salah satu BUMN yang disorot adalah PT PANN (Persero) yang sebetulnya fokus pada pembiayaan (multifinance) di bidang maritim seperti pengadaan kapal, tapi kemudian memiliki bisnis di luar inti.

Selain itu, Erick juga menyoroti banyaknya anak usaha di emiten baja BUMN, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).


"Misal KS, utang Rp 40 triliun. Anak usahanya 60. Kalau bapak-bapak tanya bisa enggak bikin KS dalam waktu sepekan. Ya enggak bisa. Makanya Permen [Peraturan Menteri soal pengaturan anak dan cucu BUMN] ini harus segera dikeluarkan. Tapi di situ kita juga ada hak untuk me-
review anak usaha ini. Saya sama Pak Wamen setop RUPS Bank Agro. Saya enggak tahu apa rencana kerjanya. Apa ngapain mereka," katanya, usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Senin kemarin (2/12/2019).


Benarkah KRAS memiliki anak usaha sebanyak itu?

Mengacu laporan keuangan KRAS periode September 2019, perusahaan memiliki 31 anak usaha, cucu usaha, dan entitas asosiasi, terbagi atas 11 anak usaha, 4 cucu usaha, dan 16 entitas asosiasi.

Anak usaha:
1. PT Krakatau Wajatama (manufaktur baja dan tulangan)
2. PT Krakatau Daya Listrik (distributor dan penghasil listrik)
3. PT KHI Pipe Industries (manufaktur pipa baja)
4. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (real estate dan hotel)
5. PT Krakatau Engineering (rekayasa dan konstruksi)
6. PT Krakatau Bandar Samudera (pengelolaan pelabuhan)
7. PT Krakatau Tirta Industri (distributor dan pengolahan air)
8. PT Krakatau Medika (pelayanan kesehatan)
9. PT Krakatau Information Technology (teknologi informasi)
10. PT Meratus Jaya Iron & Steel (manufaktur besi dan baja)
11. PT Krakatau National Resources (industri pengolahan hasil tambang)

Cucu usaha:
1. PT Rakata Realtindo (real estate, dimiliki oleh Krakatau Industrial Estate Cilegon)
2. PT Krakatau Konsultan (jasa konsultasi)
3. PT Krakatau Perbengkelan dan Perawatan (perawatan mesin, fabrikasi, rancang Bangun)
4. PT Krakatau Golden Lime (pabrik kapur bakar)

Entitas asosiasi:
1. PT Krakatau Posco (manufaktur besi dan baja)
2. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (manufaktur baja berlapis timah)
3. PT Kerismas Witikco Makmur (manufacture seng)
4. PT Indo Japan Steel Center (Manufaktur baja plat dan lembaran)
5. PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (manufaktur baja galvanized)
6, PT Krakatau Semen Indonesia (manufaktur)
7. PT Krakatau Osaka Steel (Manufaktur baja profil dan tulangan)
8. PT Krakatau Daedong Machinery (jasa reparasi)
9. PT Krakatau Samator (perdagangan pembangunan, jasa)
10. PT Wijaya Karya Krakatau Beton (manufaktur beton pracetak)
12. PT Krakatau Posco Chemtech Calcination (manufaktur kapar)
13. PT Krakatau Pos-Chem Dong-suh Chemical (manufaktur limbah batu bara)
14. PT Krakatau Argo Logistics (jasa transportasi)
15. PT Krakatau Blue Water (jasa pengolahan air limbah)
16. PT Krakatau Wajatama Osaka Steel Marketing (penjualan baja profil dan tulangan)


Selain anak usaha yang banyak, KRAS masih dililit utang menggunung dan rugi yang sudah terjadi dalam 7 tahun terakhir.

Dalam laporan keuangan per September 2019, Krakatau Steel masih membukukan kerugian sebesar US$ 211,91 juta atau sekitar Rp 2,96 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) pada 9 bulan tahun ini dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 37,38 juta atau Rp 523,32 miliar, naik 5 kali lipat.


Pada periode yang sama, perusahaan dengan kode saham KRAS ini, mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar US$ 1,05 miliar atau Rp 14,70 triliun dari periode yang sama tahun lalu US$ 1,27 miliar atau Rp 17,78 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan KRAS 2018, tercatat utang mencapai US$ 2,49 miliar atau sekitar Rp 35 triliun, naik 10,45% dibandingkan 2017 sebesar US$ 2,26 miliar. Utang jangka pendek yang harus dibayarkan oleh perusahaan mencapai US$ 1,59 miliar, naik 17,38% dibandingkan 2017 senilai US$ 1,36 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan utang jangka panjang sebesar US$ 899,43 juta.

Erick sejak awal ketika terpilih sebagai Menteri BUMN sudah menegaskan akan memprioritaskan perusahaan pelat merah yang didera persoalan fundamental yang cukup berat seperti PT Krakatau Steel Tbk dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang akan diselesaikan dengan segera.

Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010, Said Didu, menegaskan langkah Erick dinilai cukup berani, sebab kedua perusahaan BUMN tersebut secara fundamental punya kondisi yang sangat berat.

"Persoalan Krakatau Steel dan Jiwasraya sangat rumit karena menghadapi permasalahan struktural," kata Said Didu, saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (4/11/2019).

Jalan berat dan panjang restrukturisasi utang KRAS

[Gambas:Video CNBC]

 

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading