Analisis Teknikal

Sempat Babak Belur, Saham HMSP & GGRM Mulai Unjuk Gigi

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
03 December 2019 12:17
Sempat Babak Belur, Saham HMSP & GGRM Mulai Unjuk Gigi

Jakarta, CNBC Indonesia - Penetapan cukai hasil tembakau yang naik hampir 22% dan harga jual eceran (HJE) rokok sebesar 35% mulai tahun 2020 membuat harga saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) babak belur.

Saham HMSP sempat turun ke level terendahnya tahun ini di Rp 1.900/unit saham, turun 1.810 poin atau 48,78% dari penutupan tahun lalu di harga Rp 3.710/saham. Sedangkan GGRM juga sempat amblas ke Rp 49.175/saham atau minus 34.450 poin atau 41,19% juga dari penutupan tahun lalu di Rp 83.625/saham.

Belakangan kinerja kedua saham tersebut meningkat cukup tajam. Data bursa mencatat, hingga penutupan pasar sesi I hari Selasa (3/12), saham HMSP diperdagangkan dengan naik 30 poin atau 1,5% pada harga Rp 2.050/saham, sedangkan GGRM naik 1.025 poin atau 1,98% pada harga Rp 52.725/saham.

Sampai sejauh manakah potensi penguatan kedua saham tersebut akan bergerak? Berikut ulasannya secara teknikal:

GGRM

Sumber: Refinitiv

Sempat bergerak bearish sejak awal tahun, tren pelemahan GGRM terlihat terhenti pada (24/9) dan kemudian cenderung bergerak menyamping (sideways) pada harga Rp 49.175/saham - Rp 56.050/saham.

Melihat pergerakannya saat ini, ada potensi harganya akan kembali naik karena belum menyentuh level  jenuh belinya (overbought) menurut indikator teknikal stochastic slow. Selain itu, harganya kembali bangkit dengan bergerak di atas rata-rata nilainya dalam sepuluh hari terakhir (MA10).

Potensi harga menguji level penghalang kenaikan (resistance) yang berada di Rp 54.900/saham cukup terbuka. Sedangkan koreksinya berpotensi semakin terbatas jika mendekati nilai Rp 50.000/saham.

HMSP

Sumber: Refinitiv

Tren penurunan saham HMSP sejak awal tahun terlihat dari pucak-puncak harganya yang bergerak semakin turun (higher low).

Saham HMSP juga kembali bullish dengan bergerak di atas rata-rata nilainya dalam sepuluh hari terakhir (MA10). Penguatannya diperkirakan belum berhenti karena belum menyentuh level  jenuh belinya (overbought) juga menurut indikator teknikal stochastic slow.

Ada potensi harganya kembali menguji resistance levelnya di Rp 2.200 dalam satu hingga dua pekan ke depan. Sedangkan penghalang penurunan (support level) yang paling terdekat berada di Rp 2.000/saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA




(yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading