AS-China Tampak Mesra, Harga Emas Turun Gaes!

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
26 November 2019 09:44
Harga emas terkoreksi pagi ini karena AS-China yang tampak mesra dan menguatnya dolar AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas global melanjutkan tren penurunannya pagi ini. Pasar masih merespon reaktif kabar terbaru hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dengan China dan kuatnya dolar AS memberatkan harga si logam mulia.

Selasa (26/11/2019) pukul 09.10 WIB, harga emas menyentuh level US$ 1.452,77/troy ons atau turun 0,08% dibanding harga penutupan kemarin. Harga emas mengalami tren penurunan sejak 19 November.




China dan Amerika Serikat dikabarkan semakin dekat dengan kesepakatan dagang tahap satu, seperti yang dikabarkan tabloid the Global Times, melansir Reuters.

Pagi ini, AS dan China dikabarkan kembali melakukan negosiasi melalui sambungan telepon. Kedua pihak membahas tentang masalah utama yang selama ini menyebabkan konflik dagang.

Hal tersebut dikatakan oleh menteri perdagangan China melalui situs resmi kementerian seperti yang dikabarkan CNBC International.

Kesepakatan dagang tahap satu yang dikabarkan akan diteken pertengahan November ini telah ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak. Nyatanya hal tersebut belum dilakukan hingga sekarang.

Walau belum dilakukan kedua belah pihak menyatakan bahwa diskusi berjalan progresif dan semakin dekat pada kesepakatan. Kabar ini cukup menjadi sentimen yang memberatkan harga emas dan selera investor terhadap aset berisiko kembali pulih.

Bagaimanapun juga ekonom masih menyangsikan bahwa kesepakatan yang substansial dapat dicapai oleh kedua belah pihak.

Baru-baru ini, Stephen Roach, dosen senio Yale University Jackson Institute malah menyebut kesepakatan tersebut tak lebih dari sekedar "pepesan kosong".

Menurut Roach kesepakatan lebih bermakna politis dan tidak efektif menyelesaikan konflik yang terjadi selama kurang lebih enam belas bulan itu.

Dinamika hubungan dagang AS-China masih akan jadi sentimen penggerak harga emas ke depan. Saat ini optimisme yang ditebar membuat investor mulai melirik aset berisiko. Akibatnya harga emas perlahan-lahan mulai nyungsep.

Selain hubungan AS-China yang tampak mesra, menguatnya dolar juga jadi salah satu faktor pemberat harga emas. Indeks Dolar yang menunjukkan posisi greenback di hadapan enam mata uang lain mulai merangkak naik sejak 18 November lalu.

Penguatan dolar greenback membuat harga emas jadi lebih mahal terutama untuk pemegang mata uang lain. Pasalnya harga emas sendiri dibanderol dalam dolar AS. Ketika harga emas jadi lebih mahal dan optimisme damai dagang ditebar, harga emas jadi terkoreksi seperti pagi ini.


TIM RISET CNBC INDONESIA
(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading