Produksi Emas, Pembangunan Pabrik Pengolahan BRMS Capai 90%

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
20 November 2019 19:08
Produksi Emas, Pembangunan Pabrik Pengolahan BRMS Capai 90%
Jakarta, CNBC Indonesia- Pembangunan pabrik pengolahan milik PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) telah mencapai 90% dan akan segera melakukan trial production di awal 2020. Pabrik pengolahan emas dan perak ini dilakukan oleh anak usaha BRMS, Citra Palu Minerals di Poboya, Palu Sulawesi Tengah

Analis Cipta Dana Sekuritas Arief Budiman dalam risetnya mengatakan valuasi perusahaan seharusnya bisa meningkat ketika BRMS melalui Citra Palu Minerals memulai produksi emas, dan diikuti dengan tembaga dan zinc pada 2020.

Sebelumnya BRMS juga berencana mengalokasikan belanja modal pada 2020 sebesar US$ 15 juta yang berasal dari internal cash.



Direktur dan Investor Relations BRMS Herwin Hidayat menargetkan tambang Poboya bisa menghasilkan 100 ribu ton bijih emas pada tahun pertama pengoperasiannya mulai tahun depan.

"Tahun pertama target 100 ribu ton bijih emas, selanjutnya naik jadi 180 ribu ton bijih emas," kata Herwin Hidayat di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Herwin menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk mengolah bijih menjadi dore bullion yang akan dikirim ke smelter Antam di Pulogadung, Jakarta untuk diproses menjadi logam mulia.

"Kita produksi bijih emas di fasilitas tambang Poboya, kirim ke Pulogadung (fasilitas smelter Antam), mereka akan produksi dan proses ke emas batangan," kata Herwin menambahkan.



Jika sudah dalam bentuk emas batangan, Bumi Resources akan menjual produk emas tersebut kepada Antam, Pegadaian bahkan diekspor ke luar negeri.

"Pasar emas mudah sekali, dia sama seperti minyak, sama seperti cash," kata Herwin menambahkan.

Proyek tambang emas di Palu ini telah dapat izin konstruksi dan produksi dari pemerintah sampai 2050.

[Gambas:Video CNBC]


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading