Lesu, Penjualan Mobil Grup Astra Diprediksi Stagnan 2020

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 November 2019 14:51
Penjualan kendaraan milik anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) pada tahun 2020 diyakini masih akan tumbuh stagnan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan kendaraan milik anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) pada tahun 2020 diyakini masih akan tumbuh stagnan, bahkan cenderung melambat.

Hal ini setidaknya terangkum dalam dua entitas milik ASII, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) dan PT Astra Daihatsu Motor baik di segmen komersial maupun kendaraan penumpang.

Sepanjang awal tahun hingga September 2019, penjualan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) secara konsolidasi terkoreksi 0,6% menjadi 17.697 unit dari periode yang sama tahun sebelumnya 17.796 unit.

Direktur Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Rahmat Samulo menjelaskan, tren penurunan ini selaras dengan penurunan penjualan industri otomotif nasional secara keseluruhan.


Hingga September, penjualan kendaraaan mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mencapai 758.413 unit dari tahun sebelumnya 1.152.789 unit.

"Saya belum melihat ada indikasi yang membuat pasar otomotif terutama commercial vehicle akan membaik tahun depan, feeling saya masih stabil seperti tahun ini," kata Rahmat Samulo, di Menara Astra, Sudirman Jakarta, Senin (18/11/2019).

Rahmat menjelaskan, ada berbagai faktor yang menyebabkan kondisi penjualan kendaraan melambat di tahun ini, pertama adalah tahun politik, yang menyebabkan pelaku usaha cenderung menahan diri (wait and see). Di sisi lain, kata dia, kondisi ekonomi makro dari data terlansir juga menunjukkan tren perlambatan.

Pada kesempatan sama, Elfina Afny, Planning & Communication Division Head Elvina Afni PT Astra Daihatsu Motor menerangkan, segmen komersial industri otomotif nasional melambat karena terdampak penurunan harga komoditas.

"Sehingga demand transportasi menurun, permintaan kendaraan pick up juga turun," kata Elvina.

Foto: Direktur Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Rahmat Samulo (CNBC Indonesia/Syahrizal Sidik)


Elvina menerangkan, secara rata-rata industri di segmen passanger car secara year to date terkoreksi 11,7%, sedangkan Daihatsu di angka 10,7%. Namun, Daihatsu, kata dia, akan tetap menjaga market share di level 17% di tahun depan.

Daihatsu memproyeksikan, penjualan kendaraan di tahun depan, mengacu data Gaikindo, hanya akan naik tipis 5%, hal ini karena mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun depan yang diperkirakan tumbuh 5,2%.

"Gaikindo memproyeksikan penjualan akan tumbuh tapi tipis, mereka prediksi penjualan 1,050 juta, naik 5%," katanya.

Simak penjualan mobil di Oktober 2019


[Gambas:Video CNBC]

 


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading