Murah! Asing Borong Lagi Saham Bank BUMN, Sahamnya Melesat

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
15 November 2019 11:41
Murah! Asing Borong Lagi Saham Bank BUMN, Sahamnya Melesat
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham perbankan pelat merah alias bank BUMN kompak menguat pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (15/11/2019) ini setelah sehari sebelumnya ambles bersamaan di tengah tekanan jual investor baik lokal maupun asing.

Pada penutupan sesi I, harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melesat 2,74% ke level Rp 7.500/saham dengan beli bersih asing (net buy) sebesar Rp 12,70 miliar.

Kemudian disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menguat 3,30% menjadi Rp 4.070/saham dengan net buy asing Rp 86,20 miliar, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 3,54% menjadi Rp 1.900/saham, tap saham BBTN dilepas asing Rp 7,52 miliar.



Adapun saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 1,82% ke Rp 7.000/saham dengan catatan beli asing Rp 6,29 miliar.

Saham bank BUMN akhirnya rebound setelah sejak awal pekan ini mencatatkan koreksi yang cukup dalam, terutama BBNI dan BMRI yang dalam 5 hari perdagangan sebelumnya melemah masing-masing 4,94% dan 3,19%.

Sedangkan pada periode yang sama BBTN terkoreksi 2,92% dan BBRI turun 1,25%.

Dengan koreksi yang begitu dalam, wajar saja jika pelaku pasar mengkoleksi lagi saham bank pelat merah karena sudah 'cukup murah'.


Aksi beli pada perdagangan hari ini besar kemungkinan juga ditopang oleh katalis positif dari rilis data neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus pada Oktober lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekspor Oktober 2019 terkontraksi atau turun 6,13% year-on-year (YoY) dan impor turun 16,39% YoY. Ini membuat neraca perdagangan surplus US$ 160 juta atau setara Rp 2,26 triliun (asumsi kurs Rp 14.100/US$).

Padahal pelaku pasar memperkirakan neraca perdagangan bakal defisit. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menghasilkan angka defisit neraca perdagangan sebesar US$ 300 juta. Sementara konsensus dari Reuters dan Bloomberg juga meramal terjadi defisit masing-masing US$ 280 juta dan US$ 240 juta.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu saham perbankan BUMN tertekan seiring dengan kekhawatiran pelaku pasar bahwa nama-nama bank BUMN itu dipertimbangkan untuk menyelamatkan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dari permasalahan keuangan yang kini sedang menerpanya.

Isu penyelamatan Bank Muamalat kembali menguat setelah manajemen Bank Muamalat bertemu dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu. Dikabarkan, ada pejabat bank BUMN yang ikut dalam pertemuan tersebut. Namun Menteri BUMN Erick Thohir membantah rencana tersebut.


TIM RISET CNBC INDONESIA

Apakah BUMN harus selamatkan Muamalat?

[Gambas:Video CNBC]

(dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading