Kontradiktif! Trump Ogah Batalkan Tarif Barang China

Market - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
09 November 2019 14:08
Kontradiktif! Trump Ogah Batalkan Tarif Barang China

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa dia belum setuju untuk membatalkan tarif barang-barang China. Pernyataan yang kontradiktif ini mengurangi harapan tentang resolusi yang akan dicapai dengan China di tengah upaya kedua negara menjalin perdamaian dagang.

"Mereka [China] ingin mengalami kemunduran [kesepakatan]. Saya belum menyetujui apa pun [soal tarif]," katanya kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke Georgia.

"[Langkah] China ini sedikit kemunduran, bukan kemunduran total karena mereka tahu saya tidak akan melakukannya [pembatalan tarif]," tegasnya dikutip CNBC International, Sabtu (9/11/2019).

Foto: Presiden AS Donald Trump bertemu Wakil Perdana Menteri China Liu He di Washington, Kamis (31/1/2019) Foto: REUTERS/Jim Young



Juru bicara Departemen Perdagangan China, Gao Feng mengatakan bahwa negosiator dari Washington dan Beijing sepakat untuk menghapus bea tambahan yang dikenakan pada produk masing-masing dalam fase yang berbeda, setelah mereka membuat kemajuan dalam mencapai kesepakatan perdagangan.

Namun Gao tidak merinci berapa banyak tarif yang akan dicabut oleh dua ekonomi terbesar dunia itu.

AS dan China telah bekerja untuk menandatangani kesepakatan perdagangan "fase satu". Trump berharap menyelesaikan praktik perdagangan Beijing, termasuk transfer teknologi paksa dan pencurian kekayaan intelektual, sembari mengamankan lebih banyak pembelian barang pertanian AS di China.


Sebelumnya, pemerintahan Trump telah mengenakan tarif pada barang-barang China senilai lebih dari US$ 500 miliar, sementara Beijing telah mengenakan bea pada produk-produk Amerika senilai sekitar US$ 110 miliar.

China telah mendorong AS untuk menghapus tarif, yang berpotensi menimbulkan kekacauan pada ekonomi global, sebagai bagian dari perjanjian.

Gedung Putih menolak untuk mengomentari pernyataan Trump terkait hal tersebut.

Skeptisisme dengan cepat tumbuh tentang pernyataan China, bahwa AS setuju untuk menurunkan tarif. Beberapa pejabat pemerintah dan penasihat luar menentang prospek penghapusan tarif, khawatir hal itu akan mengurangi pengaruh Amerika dalam pembicaraan yang sedang berlangsung.


Penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro juga membantah laporan itu. Dia mengatakan kepada Fox Business Network bahwa "satu-satunya orang yang dapat membuat keputusan untuk menurunkan tarif adalah Donald Trump.

Trump dan Presiden China Xi Jinping sedang mencari lokasi untuk menandatangani bagian pertama dari perjanjian perdagangan. Mereka telah merencanakan untuk menandatangani perjanjian pada konferensi kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik di Chili akhir bulan ini, sebelum presiden negara itu membatalkan acara tersebut karena adanya aksi protes.

Pada Jumat, Trump mengatakan dia dan mitranya dari China akan menandatangani bagian pertama dari kesepakatan di Amerika Serikat. Dia sebelumnya menyarankan kedua pihak bisa bertemu di Iowa untuk penandatanganan.

Pada penutupan Jumat, 8 November, tadi malam (pagi waktu Indonesia), bursa saham Amerika Serikat (AS) kompak ditutup positif. Tiga indeks utama di bursa Wall Street AS ditutup di zona hijau seiring dengan sentimen positif damai dagang AS-China.

Data perdagangan menunjukkan, indeks S&P 500 menguat 0,26% di level 3.093,08, Nasdaq naik paling tinggi 0,48% di level 8.475,31 dan Dow Jones naik 0,02% di level 2.7681,24.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan bursa Eropa di mana FTSE minus 0,63%, DAX turun 0,46%, dan CAC turun tipis 0,02%. Tadi malam, bursa saham Wall Street ini juga dibuka menguat tipis setelah optimisme perang dagang memicu keluarnya dana dari obligasi AS dan balik ke bursa saham.

"Narasi perdagangan terlihat mendekati bentuk 'kesepakatan fase 1' berdasarkan aliran berita utama akhir-akhir ini," tutur Michael Schumacher, Perencana Trading Global di Wells Fargo Securities, dalam laporan resminya sebagaimana dikutip CNBC International.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading